Breaking News:

BATAM TERKINI

Dugaan Penganiayaan Pembangunan SUTT di Bandara Mas, Terlapor Mangkir Panggilan Polisi

Polsek Batam Kota masih menyelidiki laporan dugaan penganiayaan dari pembangunan SUTT di Perumahan Bandara Mas.

TRIBUNBATAM.id/ALAMUDIN HAMAPU
Dugaan Penganiayaan Pembangunan SUTT di Bandara Mas, Terlapor Mangkir Panggilan Polisi. Foto Warga perumahan Bandara Mas, RW 20 kelurahan Belian, kecamatan Batam kota menolak pembangunan Sutet 150 Kv yang akan dibangun di sekitar permukiman warga. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Polemik pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi atau SUTT 150 KV di Perumahan Bandara Mas hingga berujung penganiayaan masih dalam penyelidikan polisi.

Kanit Reskrim Polsek Batam Kota Iptu Marganda P Limbong yang telah menerima laporan tersebut, masih memproses kasus tersebut.

Ia mengungkapkan, ada sejumlah pihak yang menjadi terlapor belum memenuhi pemanggilan Polsek Batam Kota.

Sebelumnya, pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi atau SUTT di Perumahan Bandara Mas beberapa waktu lalu sempat ricuh.

Dalam video yang Viral di Medsos, terjadi aksi saling dorong antara warga dengan pihak kontraktor pengerjaan SUTT 150 Kv antara warga dan pihak kontraktor pengerjaan proyek tersebut tidak dapat dihindarkan.

Warga Perumahan Bandara Mas blokir jalan menolak pembangunan SUTET di permukiman mereka, Kamis (11/2/2021).
Warga Perumahan Bandara Mas blokir jalan menolak pembangunan SUTET di permukiman mereka, Kamis (11/2/2021). (TribunBatam.id/Alamudin Hamapu)

Ketua RW 20 Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Dharta mengatakan, korban pengeroyokan yang merupakan warganya itu telah melaporkan kejadian itu ke Polsek Batam Kota pada 2 Maret 2021.

"Masih dalam proses. Yang bersangkutan (terlapor) belum hadir. Dalam waktu dekat akan kami panggil lagi," ungkap Kanit Reskrim Polsek Batam Kota kepada TribunBatam.id, Senin (8/3/2021).

Dharta menambahkan bahwa pada Minggu (7/3/2021) korban dan beberapa saksi yang merupakan warga Perumahan Bandara Mas telah dimintai keterangan oleh kepolisian.

Ia pun menceritakan kronologis kejadian tersebut.

Hal tersebut berawal dari pihak kontraktor pembangunan SUTT 150 KV milik bright PLN Batam mengerjakan proyek di dekat perumahan.

Halaman
1234
Penulis: Alamudin Hamapu
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved