Breaking News:

Hari Perempuan Internasional - Tekan Perceraian, Remaja Jangan Buru-buru Menikah Tanpa Persiapan

Jika pernikahan dini tidak didasarkan pada edukasi dan kesiapan sebelum menikah, maka akan berakibat pada meningkatnya pula angka perceraian.

TRIBUNBATAM.id/ENDRA KAPUTRA
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepri, Dewi Komalasari Ansar mengadakan silaturahmi dengan para pengurus Kohati Tanjungpinang-Bintan di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (8/3/2021). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional (International Womens Day) yang dirayakan setiap 8 Maret, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepri, Dewi Komalasari Ansar bersilaturahmi dengan para pengurus Kohati Tanjungpinang-Bintan di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Senin (8/3/2021). 

Pertemuan Ketua TP PKK Dewi dengan pengurus Kohati ini adalah untuk membahas hal-hal yang menjadi isu-isu perempuan khususnya di Kepulauan Riau. 

Dewi menyampaikan, jika TP PKK memiliki tugas dan fungsi yang mempunyai sumbangsih dan kontribusi yang besar dalam memberdayakan keluarga di Indonesia termasuk di Kepri.

Yang menjadi perhatian bagi dirinya adalah masih tingginya tingkat pernikahan dini di kalangan remaja perempuan. 

"Ini yang kita khawatirkan tentang pernikahan dini di remaja perempuan, tentu yang namanya pernikahan itu membutuhkan banyak kesiapan terutama mental dan pengetahuan pasca pernikahan. Jangan sampai remaja di Kepri terburu-buru menikah di usia yang masih sangat muda tanpa persiapan apa-apa,” ungkap Dewi Ansar. 

Jika pernikahan dini tidak didasarkan pada edukasi dan kesiapan sebelum menikah, maka akan berakibat pada meningkatnya pula angka perceraian yang tinggi di Kepri.

Baca juga: Wagub Kepri Minta Tambahan 30.000 Dosis Vaksin Covid-19 Untuk Sektor Wisata 

Sebab itulah ia mendorong agar TP PKK Provinsi Kepri dapat bekerjasama dengan Kohati Tanjungpinang-Bintan untuk merancang program-program edukasi ataupun penyuluhan tentang pentingnya kesiapan mengenai mentalitas dan ketahanan ekonomi sebelum menikah. 

Menurutnya, Kohati sebagai salah satu wadah pembinanaan bagi muslimah di Kepri memiliki potensi dan sumber daya untuk dikolaborasikan dengan 10 program pokok PKK. 

"Tentunya kami TP PKK Provinsi sebagai organisasi pemberdayaan keluarga tidak bisa bekerja sendiri. Inilah tujuan kami bersilaturahmi dengan adik-adik Kohati karena mereka mempunyai saluran-saluran dan cara yang khas untuk menggaet dan mengedukasi muslimah muda di Kepri ini," lanjut Dewi.

Ia pun bersama-sama dengan TP PKK Provinsi Kepri siap mensupport apapun kegiatan yang dilakukan oleh Kohati Tanjungpinang-Bintan terutama yang terkait isu-isu perempuan di Kepri

"Kami siap mensupport segala kegiatan positif yang ingin dilakukan, ada banyak peluang dari 10 program PKK untuk direalisasikan bersama dengan Kohati terutama isu-isu perempuan, tentu tidak hanya bekerjasama dengan Kohati, kita juga siap bekerjasama dengan organisasi penggerak wanita lainnya", katanya. (TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra) 

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved