Breaking News:

Elite Demokrat Tuding Pengurus Daerah Diancam Intelijen, KLB Tak Berizin, Polri: Kami Tak Berpolitik

Polri bereaksi atas tweet elite Partai Demokrat yang mengaku adanya dugaan ancaman dari intelijen kepolisian terhadap pengurus Demokrat di daerah

Mereka diancam intel-intel polres untuk menyerahkan nama-nama pengurus inti partai.

Katanya atas perintah kapolres," tulis Benny di akun Twitter-nya.

"Ada pula yang dibujuk untuk pro pengurus Demokrat hasil KLB jika mau aman.

Ini beneran kah?

Rakyat monitor!" tulis dia lagi.

Tetap jalan meski tak berizin

Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melahirkan nama Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) itu diangkat sebagai ketum melalui KSP yang dianggap abal-abal dan ilegal oleh sejumlah pihak, terutama dari kubu AHY dan DPP Demokrat.

Pada pelaksanaannya, saat KLB berlangsung terjadi bentrokan antara massa KLB dan kader Demokrat AHY.

Fakta lain dalam pelaksanaan KLB ini terjadi panitia tak diberikan izin atau meminta izin penyelenggara kegiatan.

Baca juga: Pengakuan Mengejutkan Peserta KLB Demokrat Deli Serdang, Mengaku Diiming-imingi Uang Rp 100 Juta

Baca juga: Demokrat Marah Pecat Apri Sujadi, Bupati Bintan Ketahuan ke KLB Deliserdang, Kolega: Ada Tekanan

Baca juga: Peserta KLB Demokrat Tobat Minta Maaf ke AHY, Bongkar Keganjilan, 3 Kali Teken Surat Bermaterai

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi selaku Kasatgas Covid-19 Sumut menegaskan

tidak pernah sama sekali mengeluarkan izin penyelenggaraan kegiatan yang berlangsung di The Hills Hotel, Sibolangit, Kabupaten Deliserdang beberapa hari lalu.

Bahkan, kata Edy, panitia yang menggelar acara Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di lokasi

sama sekali tak ada menyampaikan pemberitahuan atau pengurusan izin yang diketahui mengundang orang banyak.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved