Breaking News:

Belum Punah Wabah Covid19, Kini Ada Varian Baru Virus Corona N439K. Begini Penjelasan IDI

Informasi terbaru adanya mutasi virus N439K. Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) Daeng M Faqih meminta masyarakat untuk mewaspadai

ist
Ilustrasi virus corona N439K 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Pandemi covid-19 masih belum punah. Bahkan, saat ini di beberapa daerah tanah air bahkan dunia, masih terdapat pasien yang terpapar virus asal Negeri Tiongkok itu. 

Namun, informasinya ada varian virus baru bagian dari corona. Namanya varian virus corona N439K

Kendati demikian, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) Daeng M Faqih meminta masyarakat untuk mewaspadai adanya mutasi virus N439K.

Baca juga: Vaksinasi Corona di Batam untuk Lansia, Dinkes Minta Ini Menunggu Vaksin Datang

"Belum lama ini pemerintah mengumumkan varian B.1.1.7 dan di dunia telah terdapat varian baru lagi yang berkembang ditemukan di lnggris yakni N439K," kata Daeng dalam keterangan tertulis, Rabu (10/3/2021).

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB Jakarta, Kamis (16/4/2020).
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB Jakarta, Kamis (16/4/2020). (DOKUMENTASI BNPB)

Baca juga: Dalam Sehari, 3 Anak dan 6 Orang Dewasa Terpapar Corona di Tanjungpinang

Daeng mengatakan, varian virus corona N439K sudah ditemukan di 30 negara dan lebih "pintar" dari virus corona yang ada sebelumnya.

"Varian N439K ini yang sudah lebih di 30 negara ternyata lebih smart dari varian sebelumnya karena ikatan terhadap reseptor ACE2 di sel manusia lebih kuat, dan tidak dikenali oleh polyclonal antibody yang terbentuk dari imunitas orang yang pernah terinfeksi," ujarnya.

Di samping itu, Daeng mengatakan, penggunaan masker sesuai standar dapat melindungi diri dari penularan virus corona.

Ia mengatakan, penggunaan masker dengan baik dan benar 90 persen dapat mencegah penularan virus corona.

"Meskipun ada risiko hingga 10 persen keluarnya droplet dan microdroplet dengan pemakaian masker dalam jangka waktu yang lama," ucapnya.

Baca juga: Corona di Bintan, Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Bintan Diklaim Capai 92,52 Persen

Lebih lanjut, Daeng menambahkan, penggunaan masker di tempat umum menjadi wajib, mengingat rata-rata seseorang terpapar Covid-19 tidak memiliki gejala.

"Dan hal menjadi penyulit dalam pengendalian karena tidak mungkin setiap hari semua orang dites," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah mengumumkan kasus mutasi virus corona B.1.1.7 sudah masuk ke Indonesia, Selasa (2/3/2021).

Kemenkes melaporkan, mutasi virus corona B.1.1.7 baru ditemukan di lima provinsi. Dua kasus pertama, seperti diketahui, ditemukan di Karawang, Jawa Barat.

Kemudian, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan. (*/tribunbatam.id)

Baca juga: Wabah Virus Corona, Ketum IDI dr Daeng M Faqih: Tidak Seganas SARS dan Flu Burung

BACA JUGA BERITA TERBARU TRIBUNBATAM.id di GOOGLE NEWS, klik di sini

 
 Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "IDI Minta Masyarakat Waspadai Penyebaran Varian Baru Virus Corona N439K"

Editor: Filemon Halawa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved