Selasa, 9 Juni 2026

RI-Singapura Bahas Jembatan Batam Bintan, Jurus Dongkrak Investasi

Pembangunan Jembatan Batam Bintan menjadi isu strategis dalam penguatan kerjasama ekonomi Indonesia dan Singapura

Tayang:
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Ilustrasi Jembatan Batam Bintan 

TRIBUNBATAM.id - Pembangunan Jembatan Batam Bintan menjadi isu strategis dalam penguatan kerjasama ekonomi Indonesia dan Singapura.

Pembangunan Jembatan Batam Bintan termasuk tiga jembatan yang dapat mempererat hubungan Indonesia dan Singapura.

Hal itu tertuang dalam pertemuan antar petinggi kedua negara yang digelar secara virtual pada Jumat (12/03). 

Pertemuan tersebut, dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Deputi Perdana Menteri Singapura Heng Swee Keat, Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar dan Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryopratomo.

Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga mengapresiasi komitmen investasi Singapura ke Indonesia. 

Pada tahun lalu, investasi Singapura mencapai USD 9,8 Miliar, meningkat 34 persen jika dibandingkan besaran investasi Singapura pada tahun 2019. 

“Investasi Singapura pada tahun lalu mencapai rekor tertinggi dalam 6 tahun terakhir, dan ini menunjukkan hubungan yang sangat baik antara kedua negara,” ujar Menko Airlangga. 


Kerja sama Strategis Indonesia - Singapura membangun “Jembatan Digital, Jembatan Travel Bubble & Jembatan Batam-Bintan”

Secara garis besar pertemuan bilateral tersebut membahas ‘tiga jembatan” yang diharapkan dapat mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura sekaligus memperkokoh eksistensi kedua negara di kawasan ASEAN dan Internasional.

Ketiga jembatan dimaksud adalah jembatan digital, jembatan infrastruktur dan jembatan travel bubble.

Jembatan digital Indonesia dan Singapura diharapkan dapat terwujud dengan keberadaan Batam sebagai pusat pengembangan data center dan pusat pengembangan industri digital di Indonesia.

Sebagaimana diketahui, pada tanggal 2 Maret 2021 yang lalu telah diresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park di Batam.

KEK Nongsa Digital Park diharapkan akan menjadi entry point bagi perusahaan Teknologi Informasi internasional dari Singapura dan mancanegara.

”KEK Nongsa Digital Park ini diharapkan dapat menghemat devisa negara dalam bisnis digital hingga Rp 20 – 30 triliun per tahun dengan kontribusi terbesar dari sektor data center dan pendidikan internasional.  Selain itu, Singapura dan Indonesia juga akan mengutamakan kerjasama pelatihan untuk meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis Teknologi Informasi,” kata Airlangga.

Sementara untuk jembatan infrastruktur akan dimulai dengan pembangunan jembatan Batam Bintan atau jembatan Babin sepanjang 6,4 km pada Tahun 2022. 

Bila terealisasi, Jembatan Batam Bintan merupakan jembatan terpanjang di Indonesia.

Nantinya, jembatan Batam Bintan ini akan memiliki row jalan 100 meter dan dibagi dalam tiga trase, yaitu trase Pulau Batam, trase Pulau Tanjungsauh dan trase Pulau Bintan.

Keberadaan jembatan ini akan memudahkan pelaku usaha di Bintan untuk mengirimkan produk pertaniannya ke Batam untuk selanjutnya di ekspor ke Singapura atau ke negara lain.

Pembangunan jembatan Batam Bintan ini diharapkan akan meningkatkan konektivitas dari Bintan dan Batam ke Singapura dan sebaliknya. 

Kerja sama juga akan dilakukan untuk membantu sektor pariwisata melalui Jembatan Travel Bubble. 

Seperti yang kita ketahui bersama, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terdampak Pandemi Covid-19.   

Bintan merupakan salah satu tujuan destinasi pariwisata Singapura di Indonesia.

Terkait hal ini, Indonesia dan Singapura sepakat untuk membentuk tim membahas kemungkinan dilakukannya travel bubble antara Singapura dan Indonesia di mulai dengan disepakatinya travel arrangement antara Singapura dengan kawasan Batam – Bintan – Karimun (BBK).

Dengan adanya travel arrangement ini, para pebisnis dan turis dimungkinkan untuk bepergian secara bebas dari kawasan BBK - Singapura dan sebaliknya, tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Seperti arahan Presiden Joko Widodo, di masa sulit seperti saat ini, negara ASEAN harus terus menunjukkan soliditasnya dengan berkolaborasi dan saling membantu, termasuk di dalamnya adalah meningkatkan kerjasama di bidang pariwisata,” ungkap Menko Airlangga.

Tim Kerja untuk penerapan Travel Bubble akan melibatkan Kementerian / Lembaga terkait seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Kesehatan, dan Direktorat Jenderal Imigrasi. 

Menko Airlangga menerangkan, pembentukan Tim Kerja ini disambut baik oleh Deputi Perdana Menteri Singapura Heng Swee Keat, dimana Duta Besar masing-masing negara akan turut berkoordinasi dalam Tim Kerja tersebut. 

Selain pembahasan “tiga jembatan”, pertemuan tersebut juga membahas sejumlah isu strategis lain, diantaranya :

(1) Upaya penanganan dan pengendalian Covid-19 dimasing-masing negara, serta kemungkinan kerjasama riset dalam hal pengembangan vaksin terutama untuk mengantisipasi kemungkinan mutasi virus Covid-19;

(2) Kerjasama kolaboratif dalam  menarik investor di industri hilir sektor pertambangan di antaranya, alumunium, tembaga dan emas.

Di akhir diskusi, Deputi Perdana Menteri Singapura Heng Swee Keat menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen Pemerintah Indonesia untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat dan menarik investasi dari dalam maupun luar negeri, melalui pengesahan UU Cipta Kerja dan peraturan turunannya. 

Heng Swee menyatakan komitmennya untuk mendatangkan lebih banyak investasi Singapura di Indonesia khususnya dalam bentuk foreign direct investment (FDI) sehingga jenis investasi yang masuk lebih berkualitas dan berkesinambungan.

Pembangunan Dimulai 2022

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad terus menggesa percepatan pembangunan infrastruktur di Kepri, khususnya Jembatan Batam Bintan.

Soal Jembatan Batam Bintan, Gubernur Kepri ini ingin pembangunannya dimulai tahun 2022.

"Kita bersyukur semua berjalan sesuai progres. Semoga tahun 2022 pemerintah pusat mulai merealisasikan pembangunannya," kata Ansar di Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (10/3/2021).

Di Jakarta, Gubernur Kepri Ansar Ahmad melangsungkan pertemuan dengan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Eko D Heripoerwanto. Hadir juga dalam pertemuan itu Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan, Reni Ahiantini.

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Eko D Heripoerwanto menyambut baik kehadiran Gubernur Kepri. Pihak kementerian menargetkan Jembatan Batam Bintan selesai akhir 2023 atau awal 2024.

Sesuai koordinasi awal, Jembatan Batam Bintan ini nantinya memiliki row jalan 100 meter dan dibagi dalam tiga trase. Panjang Trase Pulau Batam adalah 1,64 Km dilanjutkan trase Pulau Tanjungsauh sepanjang 3,35 Km dan Trase Pulau Bintan sepanjang 2,40 Km.

Ilustrasi Jembatan Batam Bintan
Ilustrasi Jembatan Batam Bintan (TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA)

Dari sejumlah informasi, lelang KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha) bakal dilaksanakan tahun ini. Pelelangan akan dimulai setelah mendapatkan rekomendasi tinggi vertical clearance Jembatan Batam Bintan.

Akhir tahun lalu, Pemprov Kepri sudah mengusulkan vertical clerance untuk tiap trase. Vertical clearance untuk trase Batam ke Tanjungsauh setinggi 20 meter. Sementara dari Tanjungsauh ke Pulau Buau setinggi 40 meter.

Janji Bereskan Soal Lahan dan Amdal

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad yakin, jembatan yang akan dibangun untuk menghubungkan Batam-Bintan mampu menjadi mesin baru bagi perekonomian Kepri.

Hal ini dikatakan Ansar saat mengikuti vicon bersama Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR, Reni Ahiantini di ruang rapat Gubernur, lantai 4, Tanjungpinang, Senin (1/3/2021). 

Rapat secara virtual ini membahas tentang tinggi vertical clearance proyek KPBU Jembatan Batam Bintan.

Tampak hadir mendampingi Gubernur, Sekdaprov Kepri, TS Arif Fadillah, Kadis PU Abu Bakar, Kadishub Junaidi, Kepala Barenlitbang Andri Rizal dan sejumlah OPD terkait lainnya.

"Jembatan ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kepri dan saya yakinkan jembatan ini mampu menjadi new engine-nya perekonomian Kepri.

Saya sampaikan juga bahwa hampir setiap hari di TV Singapura, pemberitaan tentang rencana Indonesia akan membangun jembatan terpanjang ini disiarkan," kata Ansar Ahmad.

Ansar mengakui jika selama 9 bulan menjadi anggota DPR-RI, di komisi 5 tidak pernah melewatkan hal-hal yang berkaitan dengan rencana pembangunan Jembatan Batam Bintan.

Ia juga berjanji akan tetap menjaga semangat dan bahkan akan lebih semangat lagi memperjuangkan pembangunan Jembatan Batam Bintan ini sebagai Gubernur Kepri.

"Saya baru dua hari jadi Gubernur, tentu semangat saya masih cukup besar, apalagi menyangkut pembahasan tentang Jembatan Batam Bintan. Sekali lagi saya tegaskan jika jembatan ini akan menjadi penyemangat baru bagi pertumbuhan perekonomian Kepri," kata Ansar.

Ia melanjutkan, di Pulau Bintan terdapat tiga Pemerintahan yakni Pemprov Kepri, Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan. Sedangkan di Batam ada Pemko Batam dan BP Batam. Kedua daerah tersebut (Batam dan Bintan) ditegaskan Ansar sama-sama menjadi daerah paling strategis di Kepri.

"Sebagai informasi saja bu Direktur, jumlah kunjungan wisman di Kepri sebelum pandemi menduduki ranking terbanyak ke-2 se Indonesia setelah Bali, dan daerah penyumbang terbesarnya adalah Batam dan Bintan.

Dalam hal investasi, kedua daerah ini pertumbuhannya cukup signifikan sekali. Kita berharap Jembatan Batam Bintan bisa menambah semangat dan bisa memulihkan ekonomi Kepri pasca pandemi," kata Ansar lagi.

Jembatan Batam Bintan juga diyakini akan memudahkan akses distribusi dan transportasi pengiriman hasil pertanian yang ada di Bintan ke Batam dan sebaliknya. Apalagi selama ini dirasakan para petani sangat tinggi biaya pengirimannya.

"Jembatan Batam Bintan ini juga merupakan salah satu janji presiden Jokowi. Makanya sampai sekarang masyarakat selalu bertanya kapan, kapan, kapan jembatan ini dibangun.

Insyaallah bu, saya akan turun langsung ke lapangan. Pembebasan lahan dan amdal, nanti kita akan bereskan," tegas Ansar.

Sementara itu, Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR RI Reni Ahiantini, mengapresiasi semangat Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Itu menyangkut rencana pembangunan Jembatan Batam Bintan ini.

Reni juga tampak terperangah saat mendengarkan penjelasan Ansar Ahmad terkait Kepri berada di urutan ke-2 secara nasional, berada di bawah Bali dari segi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.

"Saya yakin jembatan ini akan menjadi penyemangat baru pertumbuhan perekonomian di Kepri," katanya.

Reni menyampaikan, jika masih ada hal-hal yang menjadi kendala menyangkut pembangunan jembatan agar segera dikoordinasikan. Termasuk saat ini sedang disiapkan konsep MoU pengadaan lahan dan pembagian kewenangan pusat dan daerah.

Jembatan yang sudah direncanakan sejak 2005 ini akan dibangun dengan panjang 14.763 km, dengan tinggi disetujui 40 meter. Selain untuk kendaraan roda 4, juga akan ada jalur motor di jembatan ini nantinya.(*)

Baca juga Berita Tribun Batam Lainnya di Google

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved