Breaking News:

8 Kebiasaan Buruk Sopir Bus dan Truk di Indonesia, Picu Rem Blong hingga Kecelakaan

Inilah 8 kebiasaan sopir bus dan truk di Indonesia, sering dilakukan padahal berbahaya.

Kompas.com
BUS - Inilah 8 kebiasaan sopir bus dan truk di Indonesia, sering dilakukan padahal berbahaya. FOTO: ILUSTRASI KECELAKAAN 

TRIBUNBATAM.id - Inilah 8 kebiasaan sopir bus dan truk di Indonesia, sering dilakukan padahal berbahaya.

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan besar seperti bus dan truk masih sering terjadi di Indonesia.

Baru-baru ini, bus pariwisata  terperosok ke jurang di Kabupaten Sumedang menewaskan puluhan korban jiwa.

Kebanyakan kecelakaan yang terjadi yang melibatkan bus atau truk salah satu penyebabnya adalah dari pengemudi atau human error.

Satu bus pariwisata mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Wado-Malangbong, Dusun Cilangkap RT 01/06, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Rabu (10/3/2021) malam.
Satu bus pariwisata mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Wado-Malangbong, Dusun Cilangkap RT 01/06, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Rabu (10/3/2021) malam. (Istimewa)

Ada beberapa kebiasaan pengemudi bus dan truk yang sebenarnya berbahaya jika terus dilakukan.

Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan mengatakan, berdasarkan kecelakaan yang pernah diinvestigasi oleh KNKT, ada delapan kebiasaan yang dilakukan pengemudi bus atau truk yang sebenarnya salah.

Lantas, apa saja kebiasaan itu?

Baca juga: Kecelakaan Maut Mobil Avanza, Nyelonong Masuk Minimarket dan Tewaskan Bocah 6 Tahun

Baca juga: Kecelakaan Maut Suzuki Satria Tabrak Sedan, Pelajar SMP Tewas di Tempat

Baca juga: KECELAKAAN di Tanjungpinang, Udin Syok Tahu Istri Terjepit Mobil Fortuner Tabrak Rumah

1. Tidak pre-inspection sebelum berangkat

Kebiasaan dasar yang kerap dilupakan yakni tidak melakukan pre-inspection sebelum berangkat (mengecek tekanan udara, kebocoran minyak rem, dan lain-lain).

Sehingga bus kurang dipersiapkan ketika beroperasi.

2. Kocok pedal rem

Halaman
123
Editor: Widi Wahyuning Tyas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved