Breaking News:

8 Kebiasaan Buruk Sopir Bus dan Truk di Indonesia, Picu Rem Blong hingga Kecelakaan

Inilah 8 kebiasaan sopir bus dan truk di Indonesia, sering dilakukan padahal berbahaya.

Editor: Widi Wahyuning Tyas
Kompas.com
BUS - Inilah 8 kebiasaan sopir bus dan truk di Indonesia, sering dilakukan padahal berbahaya. FOTO: ILUSTRASI KECELAKAAN 

Selain itu, instalasi klakson yang tidak benar juga rawan bocor bahkan copot.

Ketika sudah copot, udara di air tank akan keluar dan truk atau bus jadi tidak bisa mengerem karena kehabisan udara.

Baca juga: KECELAKAAN DI TANJUNGPINANG - Fortuner Tabrak Rumah Warga, Pemilik Rumah Terjepit di Sela Mobil

Baca juga: Kecelakaan di Batam, Truk Rem Blong di Yos Sudarso Batu Ampar

Baca juga: Kecelakaan Maut, Pejabat Kepala Badan Kepegawaian yang Sedang Touring Tewas di Jalan

7. Pasang aksesoris elektrikal

Kebiasaan yang salah dalam menambah aksesoris seperti lampu dan sistem audio bisa menyebabkan bus terbakar.

Stop kontak dengan pemasangan dan material yang tidak standar sangat mudah menciptakan korsleting.

8. Menyimpan barang tidak terpakai di ruang aki

Ruang aki untuk bus atau truk sengaja dibuat terpisah.

Namun bukan berarti ruang aki ini menjadi tempat penyimpanan barang lain.

“Lalu ada juga yang menyimpan barang-barang enggak kepakai, botol-botol air pada ruang baterai (accu),” ucapnya.

Jika air tumpah dan tercampur dengan debu, membuat campuran tersebut menjadi larutan yang konduktif atau menghantarkan listrik dan menginisiasi hubungan pendek.

Banyaknya kebiasaan buruk pengemudi ini dikarenakan mereka yang kurang mengetahui apa bahayanya.

Selain itu, Wildan juga mengatakan kalau salah satu penyebabnya yakni karena mereka tidak pernah terdidik.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "8 Kebiasaan Buruk Pengemudi Bus dan Truk di Indonesia".

Baca berita terbaru lainnya di Google!

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved