Breaking News:

Masih Ingat Liem Swie King? Pemain Indonesia Punya Julukan King Smash, 3 Kali Juara All England

Masih Ingat Liem Swie King? Dia adalah satu dari legenda bulutangkis Indonesia yang dikenal dengan King Smash dan pernah 3 kali juara All England

dok kompas.com
Masih Ingat Liem Swie King? Dia adalah legenda bulutangkis Indonesia 

Liem Swie King memutuskan pensiun atau gantung raket tahun 1988 saat berusia 32 tahun.

Liem Swie King, kini sudah berusia 65 tahun.

Liem Swie King kini mengaku fokus dengan keluarga dan kebanyakan di rumah.

Liem Swie King juga masih aktif olahraga jalan pagi.

Selepas pensiun dari bulutangkis, Liem Swie King sempat terjun ke ranah bisnis mengelola hotel milik mertuanya di kawasan Jakarta.

Namun kini semua usahanya itu telah diserahkan kepada anak-anaknya.

Meski tak aktif lagi bermain, Liem Swie King masih rutin berurusan dengan dunia bulutangkis.

Liem Swie King masih kerap mengunjungi klub bulu tangkis PB Djarum, yang membesarkan namanya hingga ke panggung dunia.

Di PB Djarum Liem Swie King masih memberikan coaching clinic.

Kekalahan Paling Menyakitkan

Legenda bulu tangkis Liem Swie King mengaku kekalahannya dari Han Jian di final Piala Thomas 1982 merupakan salah satu kekalahan paling menyakitkan sepanjang kariernya.

Saat itu ia kalah rubber game 12-15, 15-11, 14-17

. King yang pernah menghuni Pelatnas selama 14 tahun, menyebut kekalahan dari Han Jian tersebut sangat menyakitkan karena menyebabkan tim Indonesia kalah dari China dan kehilangan Piala Thomas yang mereka rebut 1979.

Final yang masih berlangsung 9 partai dalam dua malam tersebut menjadi neraka buat tim Indonesia.

Dari unggul 3-1 di malam pertama, akhirnya justru kalah 4-5 dari China.

"Di malam pertama saya mampu menyumbangkan 2 poin di tunggal dan ganda bersama Christian."

Namun satu kekalahan saya dari Han Jian di malam kedua, mengakibatkan tim akhirnya kalah 4-5."

"Saat itu, Rudy (Hartono) dan Lius (Pongoh) juga kalah di malam kedua," kata King saat konferensi pers  BliBli.Com Superliga Junior 2018 di Jakarta, Senin (01/10/2018).

Menurut King, posisi dalam pertandingan beregu memang menjadi beban tersendiri, terutama buat pemain bintang.

"Dalam pertandingan perorangan  kita bisa saja jago dan kerap menang, tetapi begitu dalam pertandingan beregu selalu ada perasaan takut kalah karena akan mempengaruhi permainan teman-teman tim kita," kata King lagi.

Sementara saat pertandingan beregu Piala Thomas masih dilangsungkan dengan format lama selama dua malam, King mengaku yang paling sulit adalah apabila harus bermain rangkap di nomor tunggal dan ganda.

"Capeknya luar biasa. Untungnya di format baru, hampir tidak mungkin seorang pemain akan bermain rangkap, karena capai sekali."

Karena itulah, King menyambut baik  dilangsungkannya BliBli.Com Superliga Junior, sebuah  turnamen beregu dengan format Piala Thomas dan Uber.

Ia bahkan memberi namanya untuk disematkan pada salah satu Piala turnamen ini.

"Saya kira seorang pemain bulu tangkis modern juga harus siap diturunkan di segala jenis turnamen."

"Baik perorangah atau pun beregu. Apalagi bila membawa nama negara. Kalau negara lain sudah melakukannya, kita tidak boleh tertinggal."

Profil Liem Swie King

Liem Swie King merupakan salah satu pebulu tangkis tunggal putra terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Pria kelahiran Kudus itu berhasil meraih berbagai gelar bergengsi termasuk tiga kali menjuarai All England.

Liem Swie King lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 28 Februari 1956.

Di Kota Kretek itulah kiprah bulu tangkis sang legenda dimulai.

Mengutip laman resmi PB Djarum, King menjadi bagian dari atlet generasi pertama yang mendapatkan beasiswa PB Djarum pada era 1960-an.

Sejak muda, King sudah rajin berlatih. Lintasan menanjak di daerah Colo dan Kaliyitno, Kudus, menjadi medan latihan King.

Gelar pertama yang diraih Liem Swie King adalah trofi juara pertama se-Jawa Tengah pada 1972.

Setahun kemudian, ia sukses meraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) VIII pada usia 17 tahun.

Prestasi gemilang King itu pun membuatnya mendapat panggilan masuk Pelatnas pada akhir 1973.

Prestasi gemilang di All England

Ketika masih duduk di bangku sekolah menengah pada 1974, Liem Swie King menorehkan prestasi dengan menjuarai Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

Pada tahun yang sama, ia tampil pada turnamen bulu tangkis bergengsi All England.

Pada All England 1974, King mampu menembus perempat final.

Ketika itu, langkahnya dihentikan oleh tunggal putra Denmark, Svend Pri.

Keberhasilan menembus perempat final All England 1974 seolah menjadi awal prestasi gemilang seorang Liem Swie King.

Setelah dua kali gagal menjadi juara pada 1976 dan 1977, King akhirnya bisa menjadi juara pada 1978 dan 1979.

Sempat kehilangan gelar pada 1980, King kembali menjadi juara pada 1981.

Adapun pada periode 1976 hingga 1981, Liem Swie King membukukan rekor selalu bisa masuk final All England.

Salah satu kiprah King di ajang All England yang membuatnya menjadi buah bibir adalah pada 1976.

King yang waktu itu masih berusia 20 tahun sukses menembus final dan menantang Rudy Hartono.

Namun, King kalah seniornya itu.

 

Biodata Liem Swie King

Tempat, tanggal lahir: Kudus, 28 Februari 1956
Tinggi: 168 cm
Tahun aktif: 1974-1988
Pegangan raket: Kanan

Prestasi:

Tunggal internasional
- Juara All England 1978, 1979, 1981
- Juara Denmark Open 1977
- Juara Swedia Open 1977
- Juara SEA Games 1977, 1981
- Juara Piala Dunia 1979, 1982
- Juara Asian Games 1978 Bangkok
- Juara Indonesia Open 1983
- Juara Malaysia Open 1983

Ganda internasional
- Juara Piala Dunia 1984, 1985 (bersama Kartono Hariamanto), 1986 (bersama Bobby Ertanto)
- Juara Indonesia Open 1985, 1986 (bersama Kartono Hariamanto), 1987 (bersama Bobby Ertanto)
- Juara Asia 1987 (bersama Bobby Ertanto)
- Juara SEA Games 1987 (bersama Eddy Hartono)
- Juara Japan Open 1987 ((bersama Eddy Hartono)
- Juara Taiwan Open 1987 (bersama Eddy Hartono)

Beregu internasional
- Juara Piala Thomas 1976, 1979, 1984
- Juara SEA Games 1977, 1979, 1983, 1985, 1987
- Juara Asian Games 1978

* berita tentang bulutangkis

* berita tentang masih ingat?

* berita tentang sport

.

.

.

sumber: kompas.com 1, kompas.com 2, kompas.com 3,  baca juga berita lainnya di Google News

Editor: Mairi Nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved