Breaking News:

KONSULT DOKTER SPESIALIS ANAK

Cara Mengatasinya dan Mencegah Gejala Kekurangan Zat Besi pada Anak

Zat besi salah satu dari sekian banyak zat gizi yang paling dibutuhkan oleh anak di masa pertumbuhannya. Zat besi erat kaitannya dengan kecerdasan.

its via anggunpaud.kemdikbud.go.id
Ilustrasi pertumbuhan pada anak 

TRIBUNBATAM.id - Anak adalah generasi penerus. Pertumbuhan pada anak merupakan tanggungjawab setiap orang tua.

Termasuk pemenuhan kebutuhan gizi, sandang pangan dan kebutuhan kecerdasan intelektual hingga beranjak dewasa dan mandiri.

Seperti halnya zat besi pada anak. Zat besi salah satu dari sekian banyak zat gizi yang paling dibutuhkan oleh anak di masa pertumbuhannya.

Zat besi erat kaitannya dengan kecerdasan, imunitas tubuh, dan kekuatan fisik anak, bahkan mental anak.

Karenanya zat besi jangan sampai tersingkirkan dari asupan makanan sehari-hari.

Apa Itu Zat Besi? Penyebab Nia Ramadhani Nyaris Buta, Ketahui Fungsi hingga Bahaya Jika Kekurangan

Jika anak sampai kekurangan zat besi, gejala paling umum yang bisa dengan cepat dan mudah dilihat adalah;

  • Kulit pucat
  • Lekas ​​marah atau rewel
  • Kurang energi atau mudah lelah (kelelahan)
  • Detak jantung cepat
  • Lidah sakit atau bengkak
  • Limpa membesar
  • Menyukai makanan aneh tidak wajar, seperti kotoran atau es (disebut juga pica).
  • Tangan dan kaki dingin
  • Pertumbuhan dan perkembangan melambat
  • Nafsu makan buruk
  • Napas cepat yang tidak normal
  • Sering sakit karena infeksi.

Manfaat dan Efek Samping Zat Besi, Pahami Kebutuhan Konsumsinya

Bagaimana jika hal itu sudah terjadi? Bawa anak kita ke dokter untuk dilakukan evaluasi.

Menurut Robin E. Miller, MD, dalam artikelnya dengan judul 'Iron-Deficiency Anemia' di KidsHealth - From Nemours, dokter akan mendiganosa anak kita dengan cara;

  • Bertanya pada oranghtua priahal makan dan pola makan anak.
  • Mencari tahu tentang riwayat kesehatan pasien 
  • Melakukan pemeriksaan fisik
  • Melakukan tes darah untuk melihat sel darah merah dengan mikroskop, periksa jumlah hemoglobin dan zat besi dalam darah, periksa seberapa cepat sel darah merah baru dibuat, melakukan tes darah lain untuk menyingkirkan jenis anemia lainnya.

Cara Mencegah Anemia saat Wanita Sedang Haid, Hindari Kafein hingga Perbanyak Zat Besi

Untuk terapi pengobatannya sendiri, dokter mengobati anemia defisiensi besi dengan suplemen zat besi yang diminum dalam bentuk cairan atau pil selama minimal 3 bulan.

Untuk membantu zat besi diserap ke dalam tubuh anak wajib dijauhkan dari mengonsumsi zat besi dengan antasida, susu, atau teh.

Halaman
123
Editor: Filemon Halawa
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved