Breaking News:

Anwar Ibrahim dan UMNO, Mungkinkah Skenario Perkawinan Partai Politik Ini Terjadi?

Dunia perpolitikan Malaysia yang tak terduga dan rawan berubah sewaktu-waktu berpotensi menghadirkan kejutan terbaru. 

twitter/anwaribrahim/kredit foto Keow Wee Leong
Pemimpin Oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim 

Kubu Zahid dan Najib yang kerap disebut "klaster mahkamah" karena persidangan korupsi yang mereka sedang hadapi, dituduh mencari aji mumpung menggunakan ambisi politik Anwar untuk membebaskan diri mereka dari belitan ratusan kasus hukum. 

Keputusan Anwar membangun komunikasi politik dengan UMNO juga membelah Pakatan. 

Mitra PKR yaitu DAP dan partai Amanah dengan blak-blakan menyampaikan ketidaknyamanan mereka. Bekerja sama dengan partai yang mereka kalahkan pada pemilu 2018 lalu terutama dengan sosok Najib dinilai terlalu kontroversial.

Garis-garis perjuangan oposisi selama puluhan tahun melawan politik SARA dan korupsi UMNO bisa dipertanyakan pendukung Pakatan jika perkawinan politik dengan UMNO benar menjadi kenyataan.

Pertanyaan juga muncul, apakah kali ini Anwar telah melewati garis dan dibutakan oleh ambisinya menjadi PM yang telah tertunda 23 tahun? 

Petinggi senior DAP dan Amanah dalam pernyataannya meminta agar Anwar memperkuat koalisi Pakatan Harapan dan menolak bekerja sama dengan para kleptokrat yang merujuk ke Zahid dan Najib.

Koalisi politik Pakatan dan UMNO dapat menjadi kekuatan politik yang sangat tangguh untuk mengalahkan pemerintahan Perikatan Nasional pimpinan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

Bergabungnya suara suku Melayu dan China serta pemilih daerah pedesaan dan perkotaan dalam satu koalisi, dapat memberikan kursi PM yang diidamkan Anwar. 

Setelah berdamai dengan musuh bebuyutannya, Mahathir Mohamad, pada pemilu 2018 lalu, akankah Anwar juga bersekutu dengan UMNO yang membesarkannya selama 16 tahun dari awal dia berpolitik hingga dipecat Mahathir?

Suami mantan deputi PM Wan Azizah itu harus memainkan pion-pion catur politiknya dengan hati-hati.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved