Breaking News:

BERITA CHINA

Diplomat Top AS dan China Saling Kecam, Beijing Defensif Pertahankan Argumen: Sudah Diperkirakan

Negeri Panda dan Negeri Paman Sam akhirnya melakukan komunikasi setelah setahun lebih mengalami suhu politik yang tak menentu oleh berbagai isu

AFP PHOTO/POOL/LINTAO ZHANG
Diplomat Top AS dan China Saling Kecam, Beijing Defensif Pertahankan Argumen: Sudah Diperkirakan. Foto yang diambil pada 4 Desember 2013 memerlihatkan Joe Biden yang saat itu Wakil Presiden Amerika Serikat berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat di Beijing 

TRIBUNBATAM.idChina dan Amerika Serikat akhirnya melakukan komunikasi setelah setahun lebih mengalami suhu politik yang tak menentu oleh berbagai isu.

Amerika dan China, dua negara perkasa itu melakukan pembicaraan pertama.

Baca juga: China Buat AS Panas Dingin, Satelit Rekam Xi Jinping Bangun Peluncur Rudah Bawah Tanah

Pertemuan langsung itu menemukan beberapa kata sepakat di beberapa bidang, meski pembicaraan bertema luas itu dibuka dengan panas saat para diplomat top dua pihak saling kecam tindakan agresif ganggu stabilitas global.

Foto yang diambil pada 4 Desember 2013 memerlihatkan Joe Biden yang saat itu Wakil Presiden Amerika Serikat berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat di Beijing
Foto yang diambil pada 4 Desember 2013 memerlihatkan Joe Biden yang saat itu Wakil Presiden Amerika Serikat berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat di Beijing (AFP PHOTO/POOL/LINTAO ZHANG)

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, China sangat defensif mempertahankan argumennya.

Dan hal itu menurut Blinken sudah pihaknya perkirakan. 

Adapun pembicaraan pertama antara pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dengan China berlangsung sulit, kata para diplomat AS pada Jumat (19/3/2021).

Setelah berakhirnya tiga sesi selama Kamis-Jumat pagi, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, pihak Amerika berterus terang tentang kekhawatirannya atas tindakan Beijing terhadap Hong Kong dan Taiwan, serta penindakan Beijing di dunia maya.

Baca juga: China Gandeng Musuh Abadi Amerika, Bersama Rusia Siap Singkirkan AS di Manapun Mereka Berkuasa

"Tapi kami juga bisa melakukan percakapan yang sangat terbuka selama berjam-jam ini dengan agenda yang ekspansif," ujar Blinken.

"Tentang Iran, tentang Korea Utara. Tentang Afghanistan, tentang iklim, kepentingan kami bersinggungan," tambahnya.

Kolase Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping
Kolase Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping (Kolase Tribun Batam / Leo Halawa)

Dikutip dari AFP, pertemuan yang digelar dua bulan setelah Biden dilantik sebagai Presiden AS ini dibuat untuk bertukar pandangan, sehingga memang tidak ada kesepakatan yang dijalin.

Halaman
12
Editor: Irfan Azmi Silalahi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved