Minggu, 10 Mei 2026

Terusan Suez Macet Total, Kapal Kargo Nyangkut Membelintang Terusan Karena Angin Kencang

Terusan Suez pun macet total akibat kapal MV Ever Given yang memiliki panjang 400 meter itu tersangkut di terusan, Selasa, 23 MAret 2021

Tayang:
Penulis: Mairi Nandarson | Editor: Mairi Nandarson
Instagram/fallenhearts17
Kapal kargo sepanjang 400 meter MV Ever Given kandas membelintang Terusan Suez, Selasa (23/3/2021) yang membuat kemacetan total di Terusan Suez. 

DUBAI, TRIBUNBATAM.id - Sebuah kapal kontainer raksasa kandas di Terusan Suez karena tak kuat menahan angin kencang di jalur tersebut, Selasa (23/3/2021).

Kapal kontainer itu tersangkut dengan posisi membelintangi Terusan Suez sehingga tidak bisa dilewat kapal yang lalu lalang.

Terusan Suez pun macet total akibat kapal MV Ever Given yang memiliki panjang 400 meter itu tersangkut di terusan.

Ratusan kapal yang melewati Terusan Suez pun antre dan terpaksa berhenti sampai kapal MV Ever Given yang memiliki lebar 59 meter itu dipindahkan.

Lalu lintas di jalur laut sempit yang memisahkan benua Afrika dari Semenanjung Sinai itu macet dan terhenti pada hari Selasa akibat insiden MV Ever Given itu.

Posisi Kapal MV Ever Given yang membelintang di Terusan Suez
Posisi Kapal MV Ever Given yang membelintang di Terusan Suez

MV Ever Given adalah kapal kontainer berbendera Panama dengan panjang 400m dan lebar 59m, dengan pemiliknya terdaftar di Jepang.

Evergreen Marine Corp Taiwan, yang menyewa kapal di bawah kontrak waktu, mengatakan pemilik kapal menginformasikan kapal tersebut "dicurigai terbawa angin kencang yang tiba-tiba."

"Angin kencang membuat lambung kapal menyimpang dari jalur air dan secara tidak sengaja menabrak dasar dan kandas. ".

"Perusahaan telah mendesak pemilik kapal untuk melaporkan penyebab kejadian tersebut dan telah melakukan diskusi dengan pihak terkait termasuk otoritas pengelola kanal untuk membantu kapal secepatnya," katanya seperti dikutip dari Channel News Asia.

Haluan Ever Given menyentuh dinding timur kanal, sementara buritannya tampak bersandar di dinding barat, menurut data satelit dari MarineTraffic.com.

"Kapal tunda saat ini mencoba untuk mengapungkan kembali kapal tersebut," kata Leth Agencies, yang menyediakan layanan penyeberangan kepada klien yang menggunakan kanal tersebut, di Twitter.

Kesibukan di Terusan Suez
Kesibukan di Terusan Suez

LALU LINTAS KAPAL

Bloomberg melaporkan insiden itu menyebabkan penumpukan lebih dari 100 kapal yang berusaha transit di kanal.

Pengguna Instagram Julianne Cona memposting foto kapal yang mendarat dari Maersk Denver, sekarang juga terjebak di belakang Ever Given.

“Kapal di depan kami kandas saat melewati kanal dan kini tertahan ke samping,” tulisnya. "Sepertinya kita mungkin ada di sini sebentar."

Berusia lebih dari 150 tahun, Terusan Suez adalah salah satu rute perdagangan terpenting di dunia, menyediakan jalur bagi 10 persen dari semua perdagangan maritim internasional.

Posisi MV Ever Given kandas di Terusan Suez
Posisi MV Ever Given kandas di Terusan Suez 

Hampir 19.000 kapal melewatinya tahun lalu dengan total tonase 1,17 miliar, menurut Otoritas Terusan Suez (SCA).

Otoritas kanal tidak dapat segera dihubungi pada Rabu pagi. Kapal itu tampaknya terjebak sekitar 6 km di utara mulut selatan kanal dekat kota Suez.

Kapal kargo dan kapal tanker minyak tampak berbaris di ujung selatan Terusan Suez, menunggu untuk dapat melewati jalur air ke Laut Mediterania, menurut data MarineTraffic.

Database Perserikatan Bangsa-Bangsa mencantumkan Ever Given sebagai milik Shoei Kisen KK, sebuah perusahaan penyewaan kapal yang berbasis di Imabari, Jepang.

Perusahaan tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar pada hari Rabu.

Kapal itu telah mendaftarkan tujuannya sebagai Rotterdam di Belanda sebelum terjebak di kanal.

Dibuka pada tahun 1869, Terusan Suez menyediakan jalur penting untuk pengiriman minyak, gas alam, dan kargo dari Timur ke Barat.

Sekitar 10 persen dari perdagangan dunia mengalir melalui jalur air dan tetap menjadi salah satu penghasil mata uang asing teratas Mesir.

Pada 2015, pemerintahan Presiden Abdel-Fattah el-Sissi menyelesaikan perluasan besar-besaran kanal, memungkinkannya menampung kapal-kapal terbesar di dunia.

Otoritas Mesir belum mengomentari insiden tersebut. ( channelnewsasia/tribunbatam.id)

* baca berita lain di Google

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved