Senin, 1 Juni 2026

BATAM TERKINI

Ahli Epidemiologi Ungkap Penyebab Kasus Covid-19 Kembali Naik di Batam

Peningkatan kasus di Batam jadi perhatian pakar epidemiologi yang sekaligus Kepala Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Batam, Asep Zaenal

Tayang:
TRIBUNBATAM.id/son
Penambahan kasus Covid-19 terus meningkat selama dua hari terakhir. Ilustrasi 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Penambahan kasus Covid-19 terus meningkat selama dua hari terakhir.

Pada Selasa (23/3/2021), kasus baru bertambah sebanyak 29 orang, disusul Rabu (24/3/2021) sebanyak 22 kasus baru.

Alhasil, di minggu keempat bulan Maret 2021, kasus Covid-19 pun bertambah sebanyak 57 kasus dalam seminggu.

Penambahan ini menyebabkan angka kasus Covid-19 di Batam mencapai 6086.

Peningkatan jumlah kasus itu turut menjadi perhatian pakar epidemiologi yang sekaligus Kepala Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Batam, Asep Zaenal Mustofa.

Asep membenarkan, beberapa hari terakhir ini jumlah kasus Covid-19 kian meningkat.

Menurutnya, fenomena ini tak lepas dari akibat kian banyaknya masyarakat Kota Batam yang melonggarkan penerapan protokol kesehatan di ranah publik.

"Kami melihat di Februari rata-rata menurun, sekitar 9 sampai 14 kasus baru per hari. Tapi ternyata di tanggal 23 dan 24 Maret mulai meningkat mencapai 20-an," ujar Asep ketika dihubungi, pada Kamis (25/3/2021).

Baca juga: SEORANG Ibu Hamil di Sei Beduk Batam Terpapar Covid-19, Awalnya Mual dan Batuk Berdahak

Melihat fenomena itu, Asep pun merekomendasikan langkah-langkah menekan pertumbuhan kasus Covid-19 agar tak menjadi semakin menjamur.

Pertama, guna mendorong kedisiplinan masyarakat akan protokol kesehatan tetap terjaga, Asep menyarankan agar patroli razia protokol kesehatan semakin diperketat.

Imbauan serta teguran dari petugas yang terjun langsung ke lapangan cukup berpengaruh dalam implementasi kesadaran masyarakat mengikuti protokol kesehatan.

Menurutnya, intensitas razia prokes secara langsung ke lapangan sebaiknya ditingkatkan kendati saat ini vaksinasi sedang berjalan.

"Masyarakat juga harus membantu pemerintah dengan cara menerapkan protokol kesehatan yang 5M itu. Sekarang kan sudah banyak saya lihat aktivitas-aktivitas di luar ruangan, orang berkumpul-kumpul, sebaiknya ini jangan dilonggarkan," jelas Asep.

Asep menilai, pelaksanaan vaksinasi hanya merupakan salah satu upaya penanggulangan penyebaran Covid-19.

Seperti diketahui, tingkat efikasi vaksin Sinovac yang selama ini digunakan baru mencapai 65,3 persen, sehingga meskipun kecil, namun risiko tertular Covid-19 tetap ada.

Apabila vaksinasi yang saat ini tengah dijalankan bagi tenaga kesehatan, pelayanan publik serta lansia ini didukung dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, maka penyebaran Covid-19 dapat ditanggulangi.

Selain itu, Asep juga meminta pemerintah untuk memaksimalkan tracing, testing dan treatment (3T).

Paling tidak, menurutnya, satu temuan kasus baru harus dibarengi dengan penelusuran 20 kontak erat dari lingkungan sekitarnya.

"Satu temuan kasus, pasti ada kontak eratnya, paling tidak sekitar 20 orang kontak erat dapat ditelusuri dan diperiksa dengan rapid test antigen, apabila positif maka bisa dilanjutkan dengan pemeriksaan Swab PCR test," saran Asep.

Dengan diterapkannya protokol kesehatan yang ketat, serta penerapan 3T secara menyeluruh, maka besar kemungkinan penyebaran Covid-19 dapat ditekan.

Selain itu, program vaksinasi juga wajib dijalankan sebagai upaya meningkatkan imunitas tubuh agar terhindar dari Covid-19.

"Pastinya kami berharap vaksinasi ini bisa menjadi jawaban dalam menekan penyebaran kasus. Apalagi saat ini sudah hampir seluruh tenaga kesehatan divaksin, maka akan kecil kemungkinan terjadi penambahan kasus lagi dari klaster tenaga kesehatan," ujar Asep.

Wanita Hamil Positif Covid-19

Kasus Covid-19 di Batam kembali meningkat. Pada Rabu (24/3/2021), Satgas Penanganan Covid-19 mencatat ada 22 temuan kasus baru di Kota Batam.

Pasien-pasien kasus baru tersebut terbanyak berasal dari Kecamatan Batam Kota yakni 9 orang dan Kecamatan Belakangpadang sebanyak 5 orang.

Beberapa di antaranya merupakan kasus suspek dengan gejala ringan hingga berat.

Salah seorang pasien yang berprofesi sebagai karyawan swasta 27 tahun diketahui dalam keadaan hamil ketika terkonfirmasi positif Covid-19.

Pasien bernomor kasus 6065 tersebut pun dilarikan dari kediamannya di kawasan Sungai Pancur, Tanjungpiayu, Sei Beduk menuju Rumah Sakit Graha Hermine (RSGH).

"Pasien mengalami keluhan demam sejak 2 hari, sakit kepala, mual, muntah, dan batuk berdahak. Ia juga dalam kondisi usia kehamilan 13 minggu," ujar Ketua Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi.

Temuan kasus baru itu membuat angka positif Covid-19 di Batam melonjak menjadi 6086 kasus dengan 140 pasien masih dalam perawatan.

Alhasil, tingkat kasus aktif pun meningkat menjadi 2,3 persen.

Dengan adanya penambahan kasus baru, Kecamatan Lubukbaja dengan 25 kasus dan Kecamatan Batam Kota dengan 48 kasus masih berzona merah.

Sementara itu, dua kecamatan lainnya berasa di zona oranye, yakni Bengkong dengan 15 kasus, dan Sekupang dengan 16 kasus.

Enam kecamatan lainnya berzona kuning, yaitu Kecamatan Batuaji dengan 3 kasus, Sagulung 9 kasus, Sei Beduk 6 kasus, Nongsa 3 kasus, Batuampar 8 kasus, dan Belakangpadang 7 kasus.

Sedangkan dua kecamatan di hinterland, yakni Bulang dan Galang masih berzona hijau tanpa kasus Covid-19. 

Kasus Kembali Meledak

Berdasarkan peta sebaran Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, wilayah zona merah berada di Kecamatan Batam Kota dan Lubuk Baja. 

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad berharap melalui kegiatan vaksinasi Covid-19 ini bisa menekan lajur pertumbuhan Covid-19 di Kota Batam.

"Intinya saya mengapresiasi dan menyambut baik adanya organisasi sosial yang menyelenggarakan ini. Semoga ini bagian amal ibadah," katanya, Rabu (24/3/2021).

Ia juga mengimbau agar kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Pasalnya penanganan kasus ini tak bisa hanya diselesaikan oleh pemerintah saja.

Melainkan seluruh masyarakat Kota Batam.

"Mari kita berperan aktif menjadi bahagian penyelesaian ini," kata Amsakar.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengaku ledakan kasus Covid-19 kembali terjadi.

Padahal sebelumnya sempat menurun. Ia menilai, masyarakat semakin mengabaikan protokol kesehatan.

"Memang ada ledakan lagi. Kemarin saja tambah 20 orang sekian. Masyarakat mulai kendor menerapkan protokol keaehatan. Faktanya dil apangan banyak orang makan-makan lepas masker berlama-lama," kata Didi. 

500 Lansia Bakal Divaksin

Selanjutnya, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad sangat  menyambut baik vaksinasi bagi masyarakat kelompok lanjut usia (lansia) di Batam.

Dengan dimulainya vaksinasi tersebut, kini para lansia sudah terlindungi dari virus corona.

"Alhamdulillah para lansia sangat antusias. Saya berpesan agar tidak risau, kita sama-sama menyambut bahagia vaksinasi ini karena kita sudah berupaya menjaga dan melindungi orangtua kita," ujar Amsakar saat meninjau vaksinasi Covid-19 bagi lansia di D'STEAM, Kampung Seraya, Batuampar, Rabu (24/3/2021).

Diakuinya dalam 2 hari ini ada 500 lansia yang divaksin. Selama vaksin Covid-19 masih ada, organisasi sosial lainnya ingin memfasilitasi, maka akan dibantu oleh Pemerintah Kota Batam.

Amsakar juga berpesan bagi para pendamping lansia agar memperhatikan para lansia selama ikut vaksinasi tersebut.

Dan bagi para petugas, agar membimbing dengan santun dan melayani lansia dengan sepenuh hati.

"Ini orangtua kita, kita ingin mereka tetap sehat dan mendapat kekebalan tubuh agar bisa beraktivitas seperti biasa dan tak lagi khawatir dengan virus Covid-19," ujarnya.

Ia pun mengingatkan, meski sudah divaksin, protokol kesehatan tetap diterapkan dengan ketat untuk meminimalisir risiko terjangkit atau menjangkitkan Covid-19.

Ia berharap, dengan ikhtiar vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan ini dapat menyelesaikan persoalan Covid-19 di Batam.

Baca juga: Hari Ini, 250 Lansia Divaksinasi Covid-19 di Hotel Seruni Batam, Cukup Tunjukkan KTP

"Mari sama-sama kita melawan Covid-19, dengan kebersamaan inilah penanganan virus ini lebih mudah dan semoga kita segera terbebas dari musibah ini," kata Amsakar.

Ia juga mengapresiasi Love and Kindness (L&K) Charity Group yang ikut mendata para lansia penerima vaksin Covid-19 di Batam.

Ia berharap, ke depan makin banyak lansia mendapat vaksin.

"Ini yang saya katakan, perlu kerja kolektif dalam menangani Covid-19. Tujuan kita sama, bagaimana masyarakat sehat dan ekonomi Batam pulih," katanya.

Sementara itu, Perwakilan Pendiri L&K Charity Group, Hendra Asman, sangat mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang terus menjalankan vaksinasi Covid-19.

Ia menyampaikan, L&K Charity Group siap berkolaborasi dan menjadi mitra pemerintah untuk menjalankan program-program sosial di Batam.

"Kami dari pendiri sungguh tergugah saat kami diberi kesempatan berkontribusi untuk berbuat baik di kegiatan yang hebat ini (vaksinasi Covid-19 bagi lansia)," ujar Anggota DPRD Batam tersebut.

Kegiatan itu digelar dua hari dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Hendra juga berharap agar vaksinasi juga diberikan bagi relawan agar tetap bisa menjalankan kegiatan sosial di Batam ke depannya.

"Relawan ini tetap berjuang meski dalam kondisi sedang pandemi, demi melindungi mereka kami mohon kepada Pak Wali dan Pak Wakil agar para relawan juga dapat divaksin," pintanya.

Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klta Batam Didi Kusmarjadi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Salim, serta anggota DPRD Batam dan Kepri.

Didi mengatakan, program vaksinasi Covid-19 akan terus berjalan. Hingga saat ini, kurang lebih 12 ribu masyarakat yang sudah divaksin. 

Khusus lansia, sebelumnya sudah dilaksanakan 40 orang, kemudian 500 orang pada Rabu (24/3/2021), dan ke depan akan ada vaksinasi bagi lansia melalui Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI).

"Untuk saat ini kita masih menunggu stok vaksin. Rencana akan tiba 40 ribu vaksin untuk Batam yang akan kita fokuskan bagi lansia dan para guru," ujarnya.

Ia menuturkan, lebih dari 10 ribu lansia yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19. Ia berharap, kebutuhan atau stok vaksin bagi Batam terus ditambah demi menyukseskan vaksinasi Covid-19.

"Kebutuhan kita mencapai 900 ribu vaksin. Kita harapkan jaminan ketersediaan vaksin berkesinambungan, kalau dari sisi pelaksanaan atau sumber daya manusia (SDM) kita sudah sangat siap menyukseskan vaksinasi ini," ujarnya. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami/Roma Uly Sianturi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved