Breaking News:

SAHAM 2021

Proyeksi IHSG Besok Senin 29 Maret 2021 Menguat Terbatas, Cermati Saham-saham Ini

Proyeksi IHSG besok Senin 29 Maret 2021 menguat terbatas. IHSG Jumat 28 Maret 2021 ditutup menguat 1,19% atau 72,68 poin ke level 6.195,56

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Proyeksi IHSG besok Senin 29 Maret 2021 menguat terbatas. IHSG Jumat 28 Maret 2021 ditutup menguat 1,19% atau 72,68 poin ke level 6.195,56 

TRIBUNBATAM.id - Proyeksi IHSG besok Senin 29 Maret 2021 menguat terbatas.

IHSG Jumat 28 Maret 2021 ditutup menguat 1,19% atau 72,68 poin ke level 6.195,56

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Okie Setya Ardiastama menilai, pada pekan depan pelaku pasar akan mencermati rilis data perekonomian, seperti data manufaktur serta inflasi yang direncanakan keluar pada hari Kamis.

Indikasi pemulihan dari sektor manufaktur dinilai mampu menjadi trigger yang kuat bagi pergerakan indeks selanjutnya.

Sementara itu, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG berpeluang bergerak menguat terbatas dengan rentang 6.120-6.240.

Namun, Herditya menekankan agar pelaku pasar tetap memperhatikan akan adanya koreksi lanjutan yang mungkin terjadi pada IHSG ke area 5.950-6.100.

Terkait pergerakan IHSG sepekan kemarin, Okie bilang saat ini pelaku pasar mencermati penguatan dari nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS)  yang disertai dengan kenaikan yield obligasi. 

Okie menyebut, ekspektasi terhadap lebih cepatnya pemulihan ekonomi di AS memberikan tekanan pada pergerakan pasar keuangan khususnya pasar negara berkembang (emerging markets).

“Saat ini pelaku pasar dalam negeri juga akan mencermati dampak dari faktor eksternal tersebut,” terang Okie saat dihubungi Kontan.co.id, Jumat (26/3).

Depresiasi rupiah yang disertai dengan aliran modal keluar pada saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) selama satu pekan ini juga memberikan tekanan pada indeks.

Di sisi lain, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan, terjegalnya pergerakan IHSG dalam sepekan kemarin terkait adanya kasus Covid-19 baru yang menyebabkan beberapa negara di Eropa melakukan lockdown. “Kemudian, memanasnya geopolitik di China serta turunnya harga-harga komoditas dunia menjadi sentimen pemberat IHSG di pekan ini,” kata Didit.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved