Breaking News:

HUMAN INTEREST

Tak Punya Uang Beli Kuota, Fandy Terpaksa Wisuda Online di Warung Kopi Tanjungpinang

Mengenakan toga lengkap, Fandy Ahmad duduk di kursi warung kopi W&W Tanjungpinang mengikuti prosesi wisuda online dari UMRAH.

TRIBUNBATAM.id/Noven Simanjutak
Fandy Ahmad, peserta wisudawan jurusan Bahasa Inggris fakultas keguruan ilmu pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji melakukan proses wisuda di warung kopi W&W, jalan Ahmad Yani, KM 5, Tanjungpinang, Selasa, (30/3/2021) 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Tak terbesit sedikit pun rasa gengsi kala siang itu, Fandy Ahmad duduk dikursi warung kopi W&W sendiri tengah menghadap ke arah jalan Ahmad Yani, KM 5 di Kota Tanjungpinang.

Pasalnya siang itu, penampilan Fandy yang tengah dibalut pakaian toga lengkap tengah menjadi pusat perhatian para pengunjung W&W yang hendak santai menikmati makan dan minuman yang ada.

Bukan ditemankan orangtua ataupun keluarga, Fandy justru berteman segelas kopi hitam saat tengah menjalani proses wisuda secara virtual yang diadakan oleh kampusnya Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang.

Raut wajah pria 24 tahun tersebut juga tampak serius mengikuti serangkaian proses wisuda daring dengan pembacaan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) serta kata sambutan pejabat kampus yang berisi motivasi kepada sejumlah para wisudawan dan wisudawati yang ada.

Fandy yang telah ditinggal amarhumah ibunya sejak dibangku Sekolah Dasar itu, awalnya mengaku tidak ingin mengikuti prosesi wisuda lantaran tidak memiliki biaya untuk membeli paket internet dengan kuota yang cukup besar.

"Sejujurnya niat awal tidak ingin ikut karena terkendala kuota internet, acara dimulai dari mulai sholat dzuhur sampai Ashar tentu lama. Cuma saya nggak enak sama dosen pembimbing yang selama ini sudah banyak membantu, jadi kesannya saya tidak menghargai dosen kalau tidak ikut," ujar putra daerah Tanjungpinang ini, Selasa, (30/3/2021) 

Ditanya bagaimana perasaannya menjadi pusat perhatian?

Baca juga: SISWA Kena Corona, 3 Sekolah di Batam Kembali Belajar Online, 15 Siswa dan 9 Guru Kena Tracing

"Ya saya santai aja bang bakalan seperti apa pandangan orang, bagi saya wisuda ini sekali seumur hidup dan pencapaian ini adalah kebanggaan buat saya, kebetulan di rumah juga tidak ada wifi, laptop pun lagi bermasalah dan belum diservis jalan satu-satunya ke warung kopi lah pakai handphone," ungkapnya.

Fandy yang tinggal di Jalan Anggrek Merah yang juga tidak jauh dari kawasan Warung kopi W&W itu, juga menceritakan pencapaian masa studinya hingga berhasil diwisuda sempat mengambil masa cuti dua semester.

"Lama saya kuliah 6,5 tahun bang, itu karena saya sempat cuti satu tahun untuk kerja mencicil biaya motor yang saya ambil untuk digunakan sebagai alat transportasi saya. Dulu satu-satunya transportasi andalan saya saat ke kampus adalah bus Umrah, tapi lantaran bus sudah ditiadakan bagi mahasiswa saya bingung naik apa ke kampus, sampai akhirnya saya buat pilihan kredit motor dan lunaskan dulu sambil bekerja," beber anak bungsu dari dua bersaudara ini.

Kini berkat kegigihannya, Fandy telah sah menyandang gelar Sarjana Pendidikan dengan konsentrasi jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji dengan hasil memuaskan.

Ke depan, Ia bercita-cita mendedikasikan dirinya untuk menjadi pendidik generasi bangsa, sesuai dengan disiplin ilmu yang Ia miliki. 

Saat ini lagi cari-cari informasi, pengennya ke depan bekerja di dunia pendidikan tentu sesuai dengan gelar sarjana pendidikan saya," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Noven Simanjuntak)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Tanjungpinang

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved