Sabtu, 9 Mei 2026

BATAM TERKINI

KADISDIK Batam, Hendri Arulan Pastikan SMPN 12 Batam Jalankan Protkes dengan Baik

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan memastikan pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah berjalan dengan baik.

Tayang:
TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan meninjau 3 sekolah di kawasan zona merah di Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan memastikan pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah berjalan dengan baik.

Hal ini diungkapkan usai melakukan peninjauan di SMPN 12 Batam.

"Mulai dari masuk lingkungan sekolah sudah penyedia alat pengukur suhu dan cuci tangan. Depan kelas sudah ada wastafel. Di dalam kelas juga jaga jarak terlaksana dengan baik," ujar Hendri, Kamis (1/4/2021).

Setiap hari dalam proses belajar tatap muka ini tidak ada waktu istirahat bermain di luar dan kantin tidak dibuka. Berangkat ke sekolah diantar dan dijemput orangtuanya.

"Kalau pakai transportasi umum, kami sarankan untuk daring. Kita khawatir kalau menggunakan transportasi umum," katanya.

Ia berharap sekolah yang lain juga bisa melakukan hal yang sama dengan SMPN 12 Batam

Sementara itu, pihaknya juga sudah mendapat laporan resmi dari Kepala Bidang, SDIT Darusalam Dotamana di kecamatan Batam Kota, juga siswanya kembali belajar daring.

Hal ini dikarenakan seorang siswanya terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: DALAM Sehari, Pasien Covid-19 Baru di Batam Tambah 24 Orang, Rabu 31 Maret 2021, Bengkong Zona Merah

"Mereka kembali daring selama 14 hari ke depan," kata Hendri.

Ia juga mengimbau orangtua tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Karena dari 4 sekolah yang tutup, semuanya belajar dari klaster keluarga.

"Kami berharap proses belajar mengajar ini bisa terus berjalan," katanya.

Wakil Walikota Tinjau Sekolah di Zona Merah

Untuk memastikan protokol kesehatan (protkes) tetap berjalan ketat selama proses belajar tatap muka di sekolah, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad meninjau 3 sekolah di kawasan zona merah di Batam.

Tak sendirian, dirinya didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan

Ketiga sekolah tersebut di antaranya, SMPN 12 di Kecamatan Batam Kota, SD 005 dan SMPN 41 di Kecamatan Lubuk Baja.

Dari hasil tinjauan tersebut, Amsakar memutuskan sekolah tatap muka tetap berjalan sesuai dengan aturannya.

"Saya berkesimpulan, sekolah masih dibuka karena sidak yang kita lakukan hari ini ada komitmen yang sama untuk menerapkan protokol kesehatan itu. Komitmen itu tak hanya dari sekolah tetapi juga dari pemangku kepentingan lainnya," ujar Amsakar saat berada di SMPN 41 Batam, Kamis (1/4/2021).

Selain itu, lanjut dia, adanya 4 sekolah yang tutup karena siswanya terpapar Covid-19, bukan karena klaster sekolah penyebarannya. Melainkan dari orangtuanya sendiri.

"Jadi sampai saat ini kita belum bisa menyimpulkan klaster baru. Sebab saya meyakini sekolah berkomitmen dengan itu," katanya.

Amsakar mengakui wilayah Batam Kota dan Lubuk Baja memang masih belum keluar dari wilayah zona merah. Lantaran jumlah kasusnya masih naik turun.

Baca juga: JADWAL Kapal Ferry Domestik Sekupang Batam, Hari Ini, Kamis (1/4/2021) Ada 19 Kapal 

Lebih lanjut, ia menyebutkan penerapan belajar tatap muka ini bukan serta merta diselenggarakan tanpa alasan. Ada komitmen yang dibangun didalamnya.

"Didukung oleh K3S, Dewan Pendidikan LPKS dan lainnya. Perlu dilakukan proses belajar tatap muka karena anak anak hampir satu tahun tak sekolah dan orangtua juga jenuh dapat tugas baru," katanya.

Dalam sidak ini, Amsakar tampak bertanya-tanya kepada sebagian siswa.

Berbagai pertanyaan dilontarkan seperti, pergi ke sekolah diantar oleh siapa dan mana lebih enak belajar dirumah atau di sekolah.

Seluruh siswa serentak menjawab diantar oleh orangtua. Bahkan mereka tampak senang dan antusias belajar disekolah ketimbang dirumah.

"Tapi di SDN 005 tadi ada siswa yang pergi naik angkot lantaran tak ada yang antar, cuma kalau pulang tetap dijemput orangtuanya," kata Amsakar.

Pantauan TRIBUNBATAM.id, setiap sekolah menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat.

Sebelum masuk, siswa wajib di cek suhu tubuhnya, kemudian memakai hand sanitizer ataupun mencuci tangan.

Selama proses belajar, seluruh siswa tetap menggunakan masker. Rata-rata perkelas hanya 10 orang siswa dan duduk dengan berjarak.

Dalam kunjungan ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan juga mengecek kantin yang ada disekolah. Memastikan tak ada kantin yang buka ataupun berjualan. 

Hal ini untuk menghindari siswa agar tidak bermain dikantin. Yang berdampak terjadi kerumunan massa sesama teman-temannya.

"Ini kantin memang tak buka kan Bu? Jangan pula nanti hari ini saja tak buka besok-besok buka. Pastikan kantin jangan ada yang buka," tegas Hendri kepada Kepala Sekolah SMPN 12 Batam. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved