Breaking News:

Kontrak Moya Indonesia Bakal Diperpanjang, BP Batam Belum Putuskan Skema Lelang Air Batam

BP Batam berencana memperpanjang kontrak air PT Moya Indonesia sambil menunggu perjanjian dan ketentuan soal lelang air selesai

Penulis: Hening Sekar Utami | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/HENING SEKAR UTAMI
Foto Kepala BP Batam, Muhammad Rudi memberikan penjelasan terkait lelang SPAM Batam, di Gedung Marketing Center BP Batam, Kamis (1/4/2021). Kontrak Moya Indonesia Bakal Diperpanjang, BP Batam Belum Putuskan Skema Lelang Air Batam 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Rencana Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar lelang pengelolaan sistem penyedia air minum (SPAM) yang baru masih belum menemui titik terang.

Hingga kini, jadwal lelang belum kunjung dipublikasikan, kendati akhir masa kontrak PT Moya SPAM Batam sebagai pengelola SPAM saat ini akan berakhir sebentar lagi, pada 15 Mei 2021.

Masih terkait itu, BP Batam berencana akan menambah kontrak PT Moya SPAM Batam selama tiga bulan terhitung dari 15 Mei 2021.

"Kami sudah minta masukan ke Kejaksaan, boleh tak diperpanjang. Kemungkinan PT Moya Indonesia akan diperpanjang tiga bulan.

Saya lihat, pengelolaan air saat ini cukup baik, meskipun perusahaan ini tergolong baru di Batam," ujar Kepala BP Batam Muhammad Rudi, Kamis (1/4/2021) di Gedung Marketing Center BP Batam.

Baca juga: Lelang Kelola SPAM Batam Jadi Sorotan DPRD Batam, Uji Profesionalitas BP Batam

Baca juga: ATB Pastikan Ikut Lelang Kelola Air Bersih di Batam, Bagaimana dengan PT Moya Indonesia?

Sementara soal lelang air, Rudi mengaku pihaknya masih menyiapkan penghitungan biaya pengelolaan air serta kemungkinan-kemungkinan laba yang dapat diperoleh BP Batam.

Karena itu, ia mengatakan tidak ingin terburu-buru dalam memutuskan skema lelang air kali ini. Pasalnya rencananya kontrak pengelolaan air akan berlangsung selama 25 tahun.

"Ini belum kami buka, mungkin bulan depan. Saat ini saya masih merekrut konsultan untuk menghitung segala operasionalnya.

Soalnya ini saya harus tandatangan untuk 25 tahun ke depan. Saya tak mau akhirnya nanti BP Batam yang dirugikan," jelas Rudi.

Rudi mengatakan, dari pengalaman kontrak pengelolaan air yang sebelumnya, BP Batam dapat memperoleh Rp 28 miliar per tahun, dan pemasukan itu sebagian besar dialokasikan untuk biaya perbaikan DAM atau mengatasi masalah air.

Selama menyusun perjanjian dan ketentuan lelang ini, pihak BP Batam berencana menambah kontrak PT Moya SPAM Batam.

(TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved