Breaking News:

Moeldoko Diajak Ngopi Bicarakan Partai Baru, Demokrat malah Tawarkan Maju di Pilgub DKI Jakarta?

Kepengurusan Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang Sumut pimpinan Moeldoko ditolak Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI

sumber: twiter @umarHsb75
Moeldoko Diajak Ngopi Bicarakan Partai Baru, Demokrat malah Tawarkan Maju di Pilgub DKI Jakarta? Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko saat bertemu Presiden ke-6 SBY 

TRIBUNBATAM.id - Kepengurusan Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang ditolak Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Dengan demikian maka Partai Demokrat yang sah dan diakui pemerintah adalah kepengurusan di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AYH).

Pengumuman ini disampaikan pada Rabu 31 Maret 2021, melalui Kementerian Hukum dan HAM yang menolak mengesahkan kepengurusan Partai Demokrat Pimpinan Moeldoko Hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang.

Kandas menjadi ketum utuh Demokrat, Moeldoko ditawari membentuk partai politik baru oleh Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) Bursah Zarnubi.

"Saya menantang Pak Moeldoko bergabung bersama kami dan para aktivis muda membuat partai baru, dengan platform baru yang lebih berpihak kepada rakyat dan pemberdayaan sektor pertanian, UMKM dan perburuhan.

Itu jalur legal konstitusional yang lebih bermartabat," kata Bursah dalam pernyataannya yang diterima Tribunnews.com, Kamis (1/4/2021) dini hari.

Baca juga: MEMANAS LAGI, Kubu KLB Partai Demokrat Sindir Proyek Gagal di Hambalang Era SBY

Ketua Umum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) ini juga menyambut baik keputusan pemerintah yang menolak mengesahkan kepengurusan Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB).

Menurutnya, keputusan yang tegas dan bijaksana sangat berdampak positif bagi pembangunan demokrasi di Indoneesia.

"Keputusan pemerintah menolak kepengurusan hasil KLB Demokrat harus kita apresiasi.

Kita memandang keputusan ini telah berdampak positif dalam menjaga marwah demokrasi di Tanah Air," kata Bursah.

Moeldoko
Moeldoko ((TRIBUNNEWS/HERUDIN))

Oleh karenanya, Bursah berharap kedua kubu yang sempat bersitegang dapat menerima keputusan pemerintah tersebut dengan legawa dan mengakhiri konflik yang terjadi dengan tetap menjaga diskursus publik yang sehat dan beradab.

"Saya ucapkan selamat kepada AHY yang secara politik telah memenangkan konflik yang terjadi.

Tetaplah bersikap patriotik dalam memimpin partai.

Ke depan sebaiknya tidak ada lagi pengurus partai yang saling mengejek dengan pihak lawan (Moeldoko)," ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved