Breaking News:

KISRUH PARTAI DEMOKRAT

Kubu AHY Tuntut Kubu Moeldoko Minta Maaf ke Rakyat Indonesia

Kubu Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY), meminta Kubu Moeldoko, minta maaf kepada rakyat Indonesia dan Presiden Joko Widodo.

Penulis: | Editor:
Tribunnews.com
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto Kanan : Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Kubu   Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY), meminta Kubu Moeldoko, minta maaf kepada rakyat dan Presiden. 

Hal itu dikatakan Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra dalam rilisnya, karena kubu Moeldoko telah ditolak kepengurusan versi KLB Sibolangit

"Gerombolan Moeldoko yang harus minta maaf kepada rakyat dan Presiden. Mereka mesti minta maaf kepada rakyat," kata Herzaky Mahendra Putra, Sabtu (3/4/2021).

Lebih rinci kata Herzaky Mahendra Putra, alasan mereka menyuruh kubu Moeldoko karena dua hal.

Tanggapan Kubu Moeldoko Pemerintah Tolak Hasil KLB Demokrat Sibolangit, Marzuki Alie: Alhamdulillah

Pertama, sudah membuat bising ruang publik dengan narasi-narasi bohong dan fitnahnya.

Tidak ada nilai positif yang bisa diambil dari perilaku gerombolan Moeldoko selama dua bulan ini.

Tidak ada nilai-nilai demokrasi yang bisa diteladani.

Justru gerombolan Moeldoko selama dua bulan ini mempertontonkan perilaku yang tidak menaati hukum dan mengabaikan etika, moral, serta kepatutan.

"Kedua, mereka hanya membuat para pejabat negara, pelayan masyarakat, di Kementerian Hukum dan HAM menghabiskan energi, waktu, dan keahlian mereka untuk hal yang sia-sia," tambahnya.

Moeldoko Diajak Ngopi Bicarakan Partai Baru, Demokrat malah Tawarkan Maju di Pilgub DKI Jakarta?

Sudah jelas sejak awal kalau KLB ilegal Sibolangit ini tidak sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku maupun aturan internal Partai Demokrat yang sudah disahkan oleh Negara.

Masih saja gerombolan Moeldoko ini memaksakan diri dan membuat waktu para pejabat Kemenkumham yang seharusnya bisa lebih produktif untuk kepentingan rakyat, jadi tersita untuk meneliti dan mempelajari berkas-berkas mereka.

Kalau kepada Presiden, sudah jelas. KSP Moeldoko seharusnya fokus pada tugasnya membantu presiden.

Malah kemudian sibuk dengan ambisi pribadinya. Kalau memang masih ada waktu luang, mengapa tidak digunakan buat membantu Presiden dengan lebih intens dan serius?

Berita Populer Batam Kemarin Kakek Tewas saat Kebakaran di Sukajadi hingga Kemelut Partai Demokrat

Presiden saja benar-benar totalitas berusaha menyelesaikan masalah pandemi dan ekonomi saat ini, maupun berbagai permasalahan bangsa lainnya. Ini ada orang dekatnya, malah sibuk bermain di luar.

Lalu, gerombolan Moeldoko juga harus minta maaf kepada Presiden.

Bolak-balik membawa-bawa nama Presiden dalam berbagai kesempatan.

Malah mencoba membenturkan Presiden dengan Partai Demokrat yang sah, di bawah kepemimpinan AHY.

Padahal, Presiden Joko Widodo hubungannya sangat baik dengan Partai Demokrat.

Pemerintah Tolak Hasil KLB Deli Serdang, Demokrat di Bintan Ajak Kader Tetap Kompak

"Kami pun sama sekali tidak pernah menuding keterlibatan Bapak Presiden dalam gerakan yang menimpa kami kemarin. Yang kami sampaikan adalah adanya usaha mencatut nama Bapak Presiden,'' tambahnya.

Herzaky Mahendra Putra pun tak segan mempersilahkan pihak-pihak, mengecek di jejak digital pernyataan Ketum PD AHY, Sekjen PD Teuku Riefky Harsya.

"Maupun saya selalu Kepala Badan Komunikasi Strategis merangkap Koordinator Jubir dan Jubir resmi Partai Demokrat terkait ini. Jadi, gerombolan Moeldoko lah pelaku KLB Ilegal Sibolangit yang harus minta maaf ke rakyat dan Presiden Joko Widodo. Bukan malah kami yang diminta untuk minta maaf ke Presiden," kata Herzaky Mahendra Putra. (*/tribunbatam/Leo Halawa)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved