Breaking News:

ROHANI KRISTEN

Renungan Kristen, 10 Tahap Penderitaan Tuhan Yesus Mulai dari Gensemani sampai ke Bukit Golgota

Saya percaya melalui semua yang terjadi , mereka yang selama ini tertidur, suam-suam kuku, mati rohani, akan dibangunkan kembali.

ist
Ilustrasi Salib 

Tahap yang kesembilan Tuhan Yesus merasa ditinggalkan oleh Bapa. Sekitar jam 12 siang sampai jam 3 petang, tiba-tiba langit di sekitar Golgota menjadi gelap gulita. Tuhan Yesus gelisah dan Dia berteriak. Eli eli lama sabak tani. Allahku-Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku. Tuhan Yesus merasa ditinggalkan Bapa. Orang yang berdosa pada hakikatnya dipisahkan oleh Bapa. Jadi untuk menebus dari dosa maka harus ditinggalkan oleh Bapa dan dipisahkan oleh Bapa.

Saya percaya ini adalah puncak pendetitaan Tuhan Yesus. Penderitaan lainnya tidak ada artinya dibandingkan dengan ditinggalkan oleh Bapa. Bagi saya kalau ada dosa harus cepat diselesaiakan supaya terus merasa hadirat Tuhan hadir. Saya berharap juga saudara bisa melakukan hal seperti itu. Di dalam Tuhan adalah sukacita dan kebahagiaan yang berlimpah-limpah.

Tahap kesepuluh Tuhan Yesus berkata sudah selesai. Ya Bapa ke dalam tangan Mu kuserahkan nyawa-Ku, lalu Tuhan Yesus mati.
Pertanyaaannya mengapa Tuhan Yesus mati dengan cara demikian, Mengapa tidak dengan cara mudah dengan dipenggal kepalanya selesai. Mengapa harus bermandikan darah? Alkitab berkata tanpa menumpahan darah tidak ada pengampunan dosa untuk mengampuni dosa saudara dan dosa saya. Tuhan Yesus harus mati dengan cara demikian.
Selain itu apalagi yang dikatakan dalam Alkitab? Pertama Penyakit kitalah yang ditanggungnya. Kedua penderitaaan kitalah yang dipikulnya dan oleh bilur-bilurnya kita disembuhkan.

Tuhan Yesus mati karena dosa -dosa kita,. Dia dikuburkan tetapi hari yang ketiga Dia dibangkitkan. Tuhan Yesus tidak selamanya mati tetapi hari yang ketiga Tuhan Yesus dibangkitkan. Apa yang Alkitab katakan kalau sampai Tuhan Yesus tidak bangkit? Pertama sia-sialah pemberitaan Firman Tuhan.

Saya memberitakan Firman Tuhan sia-sia, tetapi puji Tuhan kebangkitan Tuhan Yesus pemberitaan Firman Tuhan menjadi tidak sia-sia. Hal kedua kalau sampai Tuhan Yesus tidak bangkit sia-sialah kepercayaan kita dan kita akan tetap mati di dalam dosa-dosa kita. Demikian juga dengan orang-orang percaya akan mati. tetapi puji Tuhan Yesus bangkit.

Hal yang ketiga kalau Tuhan Yesus tidak bangkit kitalah orang-orang yang paling malang diantara segala manusia, tetapi kebangkitan Tuhan Yesus membuat kita paling beruntung dari segala manusia.

Karena Tuhan Yesus hidup, maka ada hari esok. Dia berkata kepada kita jangan kamu takut, jangan kamu khawatir, jangan kamu panik, karena Tuhan Yesus hidup maka mujizat yang dilakukan Tuhan Yesus 2000 tahun yang lalu masih ada sampai saat ini. Orang buta melihat, orang tuli mendengar, orang miskin diberitakan kabar baik.

Karena Tuhan Yesus hidup kita akan melihat Pentakosta yang ketiga akan digenapi dan kita akan melihat penuaian jiwa-jiwa yang terbesar dan terakhir terjadi. Bangkitnya generasi Jeremia yang cinta mati-matian dengan Tuhan Yesus dan tidak kompromi dengan dosa. (hat)

Penulis: Sihat Manalu
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved