Sabtu, 16 Mei 2026

Masih Ingat Riyanto Banser? Tewas Demi Selamatkan Jemaat Gereja dari Ledakan Bom

Masih Ingat Riyanto Banser? Tewas Demi Selamatkan Jemaat Gereja dari Ledakan Bom

Tayang:
TRIBUNNEWS
RIYANTO - Masih Ingat Riyanto Banser? Tewas Demi Selamatkan Jemaat Gereja dari Ledakan Bom. FOTO: RIYANTO dan seragam koyak 

TRIBUNBATAM.id - Nama Riyanto, anggota Banser yang tewas karena selamatkan jemaat gereja dari ledakan bom mungkin kian samar dalam ingatan kita.

Namun, jasanya tak bisa dilupakan begitu saja.

Karena keberaniannya, malam Natal tahun 2000 silam itu tidak menjadi malam pertumpahan darah yang mencekam.

Meski pada akhirnya Riyanto harus meregang nyawa, namun namanya mewangi dan dikenang oleh seluruh rakyat Indonesia.

Bahkan, namanya diabadikan menjadi nama jalan di Mojokerto, kota asalnya.

Peristiwa itu terjadi pada 24 Desember 2000, tepat saat umat Kristiani tengah melaksanakan ibadah di malam Natal.

Hampir tidak ada yang terluka saat peristiwa itu.

Sebab, alih-alih meledak di tengah kerumunan jemaat gereja, bom itu telah dilempar jauh oleh seorang Banser berseragam loreng.

Dia adalah Riyanto yang kala itu menjadi satu dari sekian banyak pasukan Banser penjaga keamanan Misa Natal.

Riyanto merupakan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang meninggal karena menyelamatkan banyak nyawa ketika malam Misa Natal.

Ia meninggal pada malam Natal, tepatnya 24 Desember 2000, bersamaan dengan malam Misa Natal.

Peristiwa tragis itu terjadi di depan Gedung Sidang Jemaat Pantekosta di Indonesia (GSJPDI) Eben Haezer, Mojokerto.

Riyanto terkena serpihan bom karena terlambat membuang bom yang dikemas dalam kantong plastik.

Nyawanya tak terselamatkan.

Namun berkat keberaniannya, ratusan jemaat yang kala itu tengah beribadah berhasil selamat.

Umur Riyanto ketika itu baru 25 tahun.

Dia berkorban untuk banyak orang meski berbeda agama.

Bahkan, almarhum Gus Dur mengatakan Riyanto telah menunjukkan diri sebagai umat beragama yang kaya nilai kemanusiaan.

Peristiwa heroik itu sudah terjadi dua puluh tahun lalu.

Namun, sosok Riyanto selalu dikenang atas keberaniannya dalam menyelamatkan para jemaah.

Baca juga: Masih Ingat 9 Es Jadul Asli Indonesia Ini? Favorit Anak 90-an yang Bikin Kangen!

Baca juga: Masih Ingat Bom Meledak di 3 Gereja di Surabaya? Pelakunya Satu Keluarga, Kini Terulang di Makassar

Baca juga: Masih Ingat Bayi yang Diadopsi Bupati Karawang dari Kolong Jembatan? Kini Ganteng!

Riyanto sang patriot

Riyanto dan seragamnya yang koyak

Rudi Sanusi Widjadja, seorang Pendeta Gereja Eben Haezer, mengenang sosok Riyanto sebagai seorang patriot.

"Karena keberanian dia untuk membawa itu dengan asumsi supaya tidak ada ledakan bom itu sehingga dia masukkan ke bak kontrol di depan."

"Kalau dari kita dia itu seorang yang saya katakan sebagai pahlawan kemanusiaan," ujarnya dilansir YouTube Kompas TV, Rabu (25/12/2019).

Riyanto juga menjadi sosok yang tidak akan pernah dilupakan oleh para anggota Banser Kota Mojokerto.

Ketua Ansor Banser Kota Mojokerto, Ahmad Saifulloh, juga mengungkapkan sosok Riyanto hingga saat ini masih menjadi panutan anggota Banser.

"Sosok yang tak pernah dilupakan dan menjadi panutan anggota Banser. Riyanto juga menjadi tauladan yang luar biasa dan itu lahir dari seorang Banser" ungkapnya.

Menurutnya, anggota Banser dapat belajar dari Riyanto dalam membangun hubungan sesama manusia.

"Apa yang dilakukan Riyanto menjadi motivasi bagi kami untuk selalu menjaga dan menghidupkan tentang bagaimana kita membangun hubungan sesama manusia," ujar Ahmad.

"Serta bagaimana menghidupkan toleransi khususnya dalam kehidupan umat antar beragama," jelasnya.

Baca juga: Siapa Terduga Teroris Mabes Polri? Wanita Muda Seumuran dengan Pelaku Bom Makassar

Baca juga: Eks Pelatih Teroris Sebut Bom Makassar Konyol, Abu Rimba: Bodoh yang Bilang Mati Syahid

Baca juga: Biodata Abdullah Hehamahua yang Sebut Bom Bunuh Diri Makassar Cuma Pengalihan Perhatian

Dikutip dari TribunSolo.com, Riyanto tengah berjaga saat misa pada malam Natal, 24 Desember 2000, ketika ia mendapatkan kabar dari seseorang terkait bungkusan hitam mencurigakan.

Dengan sigap, anggota Banser itu langsung membuka bungkusan tersebut.

Saat melihat banyaknya rangkaian kabel, ia langsung meyakini itu merupakan sebuah bom.

Riyanto kemudian membawa bungkusan itu dan segera melemparkannya ke tempat sampah.

Namun, bungkusan tersebut terpental hingga akhirnya Riyanto mengambil dan mendekapnya.

Saat berusaha membawa bom ke tempat yang jauh dari keramaian, nahas bom tersebut meledak.

Nyawa Riyanto tidak dapat diselamatkan.

Meski begitu, ia telah menyelamatkan ratusan nyawa lainnya.

Aksi heroik Riyanto ini akan terus dikenang sebagai pejuang kemanusiaan yang tidak mengenal batasan golongan ataupun agama.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 20 Tahun Berlalu, Aksi Riyanto Anggota Banser yang Meninggal saat Malam Misa Natal, Masih Dikenang, 

Baca berita terbaru lainnya di Google!

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved