Rabu, 15 April 2026

Biodata Sunan Ampel, Wali Songo Penyebar Agama Islam di Jawa dan Cara Dakwah Moh Limo

Sunan Ampel lahir di Campa, Kamboja dan bernama asli Raden Rahmat. Ia merupakan wali songo yang menyebarkan agama islam di tanah jawa

ist
Sunan Ampel 

TRIBUNBATAM.id - Nama ulama besar Sunan Ampel trending google hari ini, Senin (5/4/2021).

Hal ini berkaitan dengan pelaksanaan Haul ke-544 Sunan Ampel di Makam Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu kemarin. 

Lantas siapakah sebenarnya Sunan Ampel?

Tentu sebagian kalangan sering mendengar nama Sunan Ampel.

Sunan Ampel merupakan wali songo yang menyebarkan agama di Islam di Indonesia tepatnya di tanah Jawa.

Nama asli Sunan Ampel adalah Raden Mohammad Ali Rahmatullah atau Raden Rahmat yang merupakan putra dari Maulana Malik Ibrahim atau Malik Maghribi atau yang dikenal Sunan Gresik.

Saat menyebarkan agama Islam, Sunan Ampel menggunakan metode atau pengajaran yang jauh dari kekerasan. 

Metode dakwah Sunan Ampel yang terkenal adalah Moh Limo yang artinya harus menghindari lima perkara tercela.

Cara dakwah yang dilakukan Sunan Ampel sangat singkat dan cepat.

Cara dakwahnya dikenal dengan falsafah "Moh Limo", yang artinya tidak melakukan lima hal tercela.

Lima perkara itu adalah:

  1. Moh Main (tidak mau berjudi)
  2. Moh Ngombe (tidak mau mabuk)
  3. Moh Maling (tidak mau mencuri)
  4. Moh Madat (tidak mau menghisap candu)
  5. Moh Madon (tidak mau berzina).

Dengan kesabaran dan kewibawaannya, Sunan Ampel mampu mengatasi situasi Kerajaan Majapahit dengan menyadarkan dan mendidik para bangsawan serta adipati ke jalan yang benar.

Saat berjalan menyusuru desa, Raden Rahmat tiba di sebuah tempat yang kosong.

Di situ, ia membangun masjid sebagai pusat ibadah dan dakwah, kemudian membangun pesantren.

Daerah tersebut dikenal dengan Ampeldenta.

Di situlah diberi kekuasaan dan kemudian dikenal dengan Sunan Ampel.

Biodata Sunan Ampel

Raden Rahmat atau Sunan Ampel adalah keturunan bangsawan.

Ia lahir di Champa, Kamboja sekitar 1401.

Sunan Ampel juga keponakan dari Raja Majapahit yang dipimpin oleh Raja Brawijaya.

Pada 1443, bersama saudara tuanya bernama Ali Musada (Ali Murtadho) dan sepupunya Raden Burereh datang ke Jawa dan menetap di Tuban.

Setelah menetap di Tuban, ia berangkat menuju Kerajaan Majapahit untuk menemui bibinya Dewi Sasmitraputri.

Sunan Ampel berdakwah menyebarkan agama Islam di wilayah Kerajaan Majapahit yang sedang dalam masa-masa suram.

Karena para adipati dan pembesar kerajaan melupakan tugasnya sebagai seorang pemimpin.

Mereka lebih suka hidup bermewah-mewah dan berpesta.

Kondisi itu membuat Prabu Brawijaya merasa sedih mengetahui kerajaan yang carut marut.

Prabu Brawijaya pun kemudian mengundakan Raden Rahmat untuk mengatasi masalah-masalah di Kerajaan Majapahit.

Pencetus Kasultanan Demak

Sunan Ampel juga sebagai salah satu pencetus berdiri Kasultanan Demak, yang merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa.

Bahkan salah satu muridnya, yakni Raden Patah diangkat menjadi Sultan Demak pertama pada 1475.

Ia juga membantu mendirikan Masjid Agung Demak. Salah satu empat tiang utama yang ada di masjid diberi nama Sunan Ampel.

Sunan Ampel meninggal diperkirakan pada 1481 di Demak dan dimakamkan di sebelah barat Masjid Ampel, Surabaya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved