Jumat, 1 Mei 2026

Indonesia Ajukan Usulan Perubahan Skor Bulutangkis dari 3x21 Menjadi 5x11

PBSI mengajukan perubahan dari sistem skor dari 3x21 menjadi 5x11. Pengajuan perubahan sistem skor dibawa ke Rapat Tahunan BWF pada 21 Mei 2021

Tayang:
Editor: Mairi Nandarson
dok kompas.com
Skor 3x21 yang dimainkan Hafiz Faizal/ Gloria Emanuelle Widjaja 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) resmi mengajukan usulan soal perubahan sistem skor pada pertandingan bulutangkis.

PBSI sudah mengajukan usulan perubahan skor itu kepada Federasi Bulutangkis Dunia (BWF / Badminton World Federation ).

Dalam usulannya, PBSI mengajukan perubahan dari sistem skor dari 3x21 menjadi 5x11.

PBSI mengajukan perubahan sistem skor itu bersama Federasi Bulutangkis Maladewa.

Berdasarkan rilis PBSI Minggu (4/4/2021) sore WIB, wacana perubahan sistem skor ini sejatinya sudah dicanangkan BWF saat Rapat Umum Tahunan pada 2018.

Namun, mayoritas peserta rapat menolak wacana perubahan tersebut.

Logo Federasi Bulutangkis Dunia, Badminton World Federation ( BWF )
Logo Federasi Bulutangkis Dunia, Badminton World Federation ( BWF ) (bwfbadminton.com)

Indonesia pun menjadi salah satu pihak yang menolak karena ketika itu BWF ingin mengubah format secepat mungkin.

"Saat voting tahun 2018, kami memang menolak wacana perubahan sistem skor itu," kata Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri PP PBSI, Bambang Roedyanto.

"Itu karena BWF ketika itu mau mengubah format secepat mungkin."

"Hanya ada tiga atau empat uji coba di turnamen kecil, lalu langsung diterapkan," ujar Bambang Roedyanto.

"Padahal, saat itu kualifikasi Olimpiade 2020 akan dimulai."

"Bila menggunakan format baru, para pemain tidak punya banyak waktu untuk beradaptasi," ucap Bambang Roedyanto.

Pasangan Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (8) menghadapi pasangan Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (4)
Pasangan Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (8) menghadapi pasangan Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (4) (Screenshot/hdtvku)

"Selain itu, BWF ketika itu juga mengajukan usulan tidak boleh ada pelatih yang mendampingi saat pertandingan. Tentu kami tolak," tutur Bambang.

Setelah sempat menolak, PBSI kini mengajukan agar wacana perubahan sistem skor itu bisa terlaksana.

PBSI melalui Bambang Roedyanto mengatakan bahwa sistem skor 5x11 akan membawa dampak positif bagi kemajuan olahraga bulutangkis.

Menurut dia, sistem skor 5x11 juga bisa berdampak positif bagi seluruh pelaku bulu tangkis, baik para pemain maupun seluruh pihak yang terlibat di dalamnya.

"Saat itu, beberapa negara menolak dan inginnya pembahasan ini dilanjutkan setelah Olimpiade."

"Lalu, kami melakukan rapat dengan pengurus dan pelatih, ternyata format sistem skor 5x11 akan cocok bagi bulu tangkis ke depannya," ucap Bambang Roedyanto.

"Seperti para pemain tidak hanya mengandalkan stamina, durasi pertandingan bisa ditekan menjadi lebih singkat, dan dipastikan laga akan seru dari awal," ujarnya.

Lebih lanjut, Bambang Roedyanto menjelaskan China sudah pernah mencoba sistem 5x11 di kejuaraan nasional mereka dan menghasilkan statistik yang cukup baik.

"Badminton Tiongkok sudah mencoba di kejuaraan nasional mereka pada November 2020 dan statistiknya cukup baik," kata Bambang Roedyanto.

"Maka dari itu, kami mengajukan kembali wacana perubahan skor 5x11 untuk mengganti format 3x21," katanya.

"Tentunya setelah Olimpiade Tokyo mendatang, dimulai Januari 2022 dan uji coba selama satu tahun di seluruh level turnamen."

"Setelah satu tahun, kami juga mengusulkan harus ada feedback dari para pemain," tutur Bambang.

Adapun pengajuan perubahan sistem skor ini akan dibawa ke agenda Rapat Tahunan BWF pada 21 Mei 2021.

Mekanisme pengambilan keputusan akan dilakukan melalui voting para anggota BWF.

Reaksi Hendra Setiawan

Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan, mengutarakan pendapatnya terkait wacana perubahan sistem skor pada pertandingan bulu tangkis, dari format 3x21 menjadi 5x11.

Menurut Hendra Setiawan, sistem skor dengan format 5x11 memiliki beberapa dampak positif.

Hendra Setiawan melihat, sistem skor 5x11 akan mempersingkat durasi pertandingan sehingga para atlet bisa menjaga stamina.

"Saya secara pribadi sih setuju saja dengan perubahan skor," kata Hendra Setiawan dalam rilis dari PBSI pada Minggu (4/4/2021) sore WIB.

"Kalau sampai diterapkan, ini sangat positif karena pertandingan tidak akan terlalu lama dan stamina juga bisa dihemat," ujar Hendra Setiawan.

Kendati demikian, Hendra Setiawan juga melihat tantangan yang akan muncul jika format 5x11 benar-benar akan diterapkan.

Di mata Hendra Setiawan, format 5x11 akan menuntut para atlet untuk fokus sejak awal pertandingan.

"Tantangannya nanti menjadi fokus yang harus siap dari awal, tidak boleh telat panas," tutur Hendra Setiawan.

.

.

.

* berita tentang bulutangkis
* sumber: tribunbatam.id, kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved