Breaking News:

KEPRI TERKINI

100 Hari Kinerja Menteri Trenggono, 67 Kapal Illegal Fishing Ditangkap di Perairan Indonesia

100 hari kinerjanya, Menteri Trenggono menangkap 67 kapal ikan illegal fishing. Dari jumlah itu 7 berbendera asing, 60 berbendera Indonesia

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Beres Lumbantobing
Kapal ikan illegal fishing di pangkalan PSDKP Batam, baru-baru ini. 100 Hari Kinerja Menteri Trenggono, 67 Kapal Illegal Fishing Ditangkap di Perairan Indonesia 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Menteri Kelautan dan Perikanan RI Wahyu Trenggono menunjukkan ketegasannya dalam 100 hari kepemimpinannya di Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP).

Wahyu Trenggono menjabat Menteri KKP menggantikan pejabat sebelumnya, Edhy Prabowo yang berurusan dengan hukum.

Lantas apa capaian kinerja Trenggono?

Bukan hanya menindak kapal ikan asing pelaku illegal fishing, kapal-kapal Indonesia yang melanggar ketentuan operasional pun ditindak tegas olehnya.

Alhasil, selama 100 hari kinerjanya, Menteri Trenggono telah mengamankan sebanyak 67 kapal ikan illegal fishing di perairan Indonesia.

Baca juga: Bandel, KKP Surati Dubes Vietnam dan Malaysia, Soal Kapal Ikan Asing Pelaku Illegal Fishing

Baca juga: KKP Tangkap 67 Kapal Illegal Fishing di Perairan Kepri Dalam 3 Bulan, Dominan Asal Vietnam?

“Ada 67 kapal yang ditangkap dan diproses hukum, 26 kapal sudah ditenggelamkan bersama dengan Kejaksaan RI pada triwulan pertama tahun 2021 ini,” ucap Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan ( PSDKP) KKP RI, Antam Novambar, dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Pangkalan PSDKP Batam'> PSDKP Batam pada Senin (5/4/2021) lalu.

Antam menjelaskan, dari 67 kapal yang ditangkap terdapat tujuh kapal ikan asing yaitu lima kapal berbendera Malaysia ditangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 571 Selat Malaka, dan dua kapal ikan berbendera Vietnam ditangkap di WPPNRI 711 Laut Natuna Utara.

“Wilayah rawan illegal fishing masih di Selat Malaka dan Laut Natuna Utara,” ujar Antam.

Selain kapal ikan asing, pada triwulan pertama tahun 2021 KKP juga melakukan penertiban terhadap 60 kapal ikan berbendera Indonesia di berbagai perairan di Indonesia.

Penertiban tersebut dilakukan karena kapal-kapal tersebut melakukan pelanggaran daerah penangkapan ikan maupun tidak memiliki perizinan sesuai dengan ketentuan.

”Kami tertibkan agar tidak terjadi penangkapan berlebih (overfishing),” jelas Pung Nugroho Saksono, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada menambahkan.

Ipunk juga menyampaikan, penertiban yang dilakukan terhadap kapal ikan berbendera Indonesia tersebut dilakukan untuk mencegah konflik horizontal antar nelayan. Hal ini sebagai langkah preventif untuk mencegah konflik yang lebih besar.

“Kalau tidak ditertibkan, ada potensi peningkatan konflik dengan nelayan setempat,” ujar Ipunk.

Dalam konferensi pers penangkapan kapal ikan illegal fishing triwulan pertama itu, KKP menyampaikan sejumlah hasil operasi kapal pengawas dan memberikan update kondisi terkini di wilayah yang selama ini rawan illegal fishing.

(Tribunbatam.id/bereslumbantobing)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Kepri

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved