Breaking News:

PENGGEREBEKAN RUKO DI BATAM

Ini Pengakuan Pekerja yang Disekap di Sebuah Ruko Ciptaland Sekupang Batam, Kerja Tanpa Gaji?

Uswatun, seorang pekerja di Batam mengatakan, ia sudah 4 bulan bekerja di Batam. Namun ia tak pernah terima gaji. Nasib serupa dialami TKI lainnya

tribunbatam.id/Beres Lumbantobing
Potret pekerja dalam sebuah ruko penampungan di kawasan Ciptaland Sekupang Batam, Selasa (6/4/2021). Ini Pengakuan pekerja yang Disekap di Sebuah Ruko Ciptaland Sekupang Batam, Kerja Tanpa Gaji? 

Pantauan Tribunbatam.id, di lokasi ruko penggerebekan 39 orang pekerja itu terdapat plang papan nama PT Hadi Jaya.

Dari informasi, PT Hadi Jaya merupakan perusahaan yang bekerja sebagai penyalur asisten rumah tangga, pekerja toko dan restoran yang akan ditempatkan di daerah Batam.

Hingga berita ini diturunkan Tribunbatam.id belum bisa mengonfirmasi ke pihak PT Hadi Jaya.

Dua Anggota Keluarga TNI Disekap di Batam

Diberitakan, terungkap alasan kehadiran aparat TNI dari Satuan Yonif Raider 136 TS dalam aksi penggerebekan tempat penampungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di kawasan pertokoan Ciptaland, ruko Tiban Poin Blok A1 Nomor 8,9,10 dan 11, Sekupang, Batam, Selasa (6/4/2021).

Dari 39 TKI yang berhasil diamankan dari dalam ruko itu, ternyata ada dua orang di antaranya merupakan keluarga dari salah satu anggota TNI yang bertugas di Kostrad Bandung.

Komandan Batalyon Raider Khusus 136/Tuah Sakti melalui Komandan Kompi Khusus Batalyon 136/Tuah Sakti, Lettu Infantri Setio Adi Nugroho mengatakan, pihaknya turun dalam aksi penggerebekan itu, berawal dari dugaan penyekapan dua anggota keluarga TNI.

"Informasi adanya tindak kejahatan ini kita ketahui bermula dari anggota Raider Batalyon bernama Prada Iklal dan Prada Tejo. Ada adek dari rekan letting mereka Prada Ardi yang bertugas di Kostrad menjadi korban penyekapan di Batam," ujar Lettu Inf Setio seusai menggerebek ruko yang menampumg 39 TKI itu.

Dari informasi itu, pihaknya pun mendapat perintah dari Danyon untuk melakukan koordinasi dengan jajaran kepolisian.

Setelah mendapat lokasi tempat penampungan di daerah Tiban, pihaknya bersama kepolisian melakukan penggerebekan.

Dari lokasi penggerebekan, pihaknya menemukan dua orang keluarga anggota Kostrad, yakni Emilia dan Urningsih di dalam kamar penampungan.

Halaman
1234
Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved