Breaking News:

Diringkus Bawa Sabu 15.000 Gram, Murzianti Kasasi Divonis Mati

Gegara ulahnya bermain api di perkara narkoba membawa seorang perempuan menjalani hukuman mati dan kini mendekam di Lapas Perempuan Kelas II B Sigli

SERAMBINEWS/MUHAMMAD NAZAR
Diringkus Bawa Sabu 15.000 Gram, Murzianti Kasasi Divonis Mati. Foto warga binaan menyaksikan dari jendela saat dilakukan razia di Lapas Kelas II B Sigli, Pidie, Selasa (6/04/2021) 

TRIBUNBATAM.id - Gegara ulahnya bermain api di perkara narkoba membawa seorang perempuan menjalani hukuman mati.

Ia menjadi salah satu warga binaan di Lapas Perempuan Kelas II B Sigli, Gampong Tibang, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Aceh.

Bernama lengkap Murzianti binti Zainal Abidin (42), ia terdata lahir di Bireuen namun tinggal di Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Hal itu disampaikan Kepala Lapas Perempuan Kelas II B Sigli, Endang Sriwati AmdIP.SH.MSi, kepada Serambinews.com ( TRIBUNBATAM.id Grup) , Selasa (6/4/2021).

Menurutnya, saat ini Lapas Perempuan Kelas II B Sigli berkapasitas 138 orang.

Adapun jumlah warga binaan berjumlah 127 orang, di mana 75 persen tersangkut perkara narkoba.

Baca juga: Masih Ingat Zuraida Hanum Otak Pembunuh Hakim Jamaluddin? Divonis Hukuman Mati Usai Kasasi Ditolak

Baca juga: Tersangka Narkoba Terancam Hukuman Mati, Simpan Ekstasi Dalam Tisu Coba Kelabui Polisi

Ia menjelaskan, saat ini ada satu warga binaan bernama Murzianti binti Zaibal Abidin (42 ) dalam perkara narkoba menjalani hukuman mati berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Banda Aceh.

Menurutnya, putusan itu belum inkrah, karena yang bersangkutan melakukan kasasi ke Mahkamah Agung, yang belum turun.

Seorang warga binaan menyaksikan dari jendela saat dilakukan razia di Lapas Kelas II B Sigli, Pidie, Selasa (6/04/2021)
Seorang warga binaan menyaksikan dari jendela saat dilakukan razia di Lapas Kelas II B Sigli, Pidie, Selasa (6/04/2021) (SERAMBINEWS/MUHAMMAD NAZAR)

Sehingga Murziati berstatus tahanan Mahkamah Agung.

Murziati kelahiran Bireuen, tapi berdasarkan KTP, wanita itu telah berumah tangga dan tinggal di Medan.

Dikatakan, Murziati didakwa dengan Pasal 114 ayat (2) UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009.

"Sesuai BAP polisi, bahwa Murziati membawa sabu 15.000 gram," jelasnya.

Sementara itu, sebut Endang, saat ini ada tiga warga binaan yang menjalani hukuman seumur hidup.

Mereka adalah Jawati binti abdul Rani (46) warga Gampong Benteng, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, dengan perkara pencurian dengan kekerasan pasal 365.

Baca juga: Pembunuh Reni Dibekuk di Batam, Terancam Hukuman Mati, Polisi Munculkan Fakta Baru

Baca juga: Wamenkumham: Juliari Batubara dan Edhy Prabowo Layak Hukuman Mati

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved