Breaking News:

Kasus Kapal Tanker 'Raksasa' Dilimpahkan ke Kejari Batam, Dua Nakhoda Jadi Tersangka

Hasil penyidikan terhadap 2 kapal tanker raksasa menemukan titik terang.Satgas penyidik menetapkan kapal itu melakukan pelanggaran UU pelayaran

tribunbatam.id/Beres Lumbantobing
Foto Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) khusus Batam bersama tim penyidik Dirjen Hubla di kantor Kejari Batam, Rabu (7/4/2021). Kasus Kapal Tanker 'Raksasa' Dilimpahkan ke Kejari Batam, Dua Nakhoda Jadi Tersangka 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Penyidikan kasus pelanggaran undang-undang pelayaran yang melibatkan dua kapal tanker 'raksasa' di perairan Indonesia menemukan titik terang.

CY, nakhoda kapal tanker 'raksasa' MT Horse milik negara Iran,  dan MM, nakhoda MT Freya asal Panama akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Tak hanya UU pelayaran, kapal kedua negara itu juga dijerat pasal undang-undang pencemaran lingkungan dan kepemilikan senjata tanpa izin.

Terbaru, kasusnya kini sudah dilimpahkan tim gabungan satgas penyidik Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub RI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Mabes Polri ke Kejaksaan Negeri Batam, Rabu (7/4/2021) sore.

"Hasil penyidikan sudah menemukan titik terang. Tiga lembaga negara yang tergabung dalam satgas sudah melengkapi berkas hasil penyidikan.

Tim Satgas penyidik pelanggaran dua kapal tanker 'raksasa' Iran dan Panama mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Batam, Rabu (7/4/2021)
Tim Satgas penyidik pelanggaran dua kapal tanker 'raksasa' Iran dan Panama mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Batam, Rabu (7/4/2021) (tribunbatam.id/Beres Lumbantobing)

Sore sudah kita serahkan ke Kejaksaan Negeri Batam," ujar Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, Capt. Mugen di kantor Kejari Batam.

Ia menyebutkan hasil penyidikan tim gabungan satgas tahap 2 telah lengkap alias P21.

"Masing-masing lembaga sudah menyelesaikan penyidikan dan pemberkasan, dari KLHK tentang pelanggaran pencemaran lingkungan dan dari Mabes Polri terkait kepemilikan senjata," ucapnya.

Sementara untuk hasil penyidikan dari Dirjen Hubla, Kemenhub RI, Capt. Mugen mengungkapkan pihaknya menetapkan dua kapal tanker terbukti melakukan pelanggaran Undang-Undang pelayaran.

"Masing-masing memiliki wilayah tugas penyidikan. Dari syahbandar kapal itu memenuhi unsur pasal 317 nomor 17 tentang UU pelayaran penggunaan alur pelayaran," ungkap Mugen.

Halaman
1234
Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved