Breaking News:

TRIBUN PODCAST

Radikalisme Rambah Kalangan Milenial, Apa Kata Aktivis Dakwah di Batam?

Kasus radikalisme saat ini tengah berkembang di tengah masyarakat Indonesia dan mulai merambah kalangan milenial, apa kata aktivis dakwah di Batam?

TRIBUNBATAM
Aktivis dakwah Batam Mohamad Santoso (kanan) saat di Tribun Batam Podcast 

Definisi secara umum ialah sebuah faham atau aliran yang menginginkan perubahan secara politik dan sosial dengan cara cara yang bertentangan Karena menggunakan kekerasan dan sebagainya.

Sekarang ini ada sebagian kelompok dengan mudah menyesatkan dan mengkafirkan sesamanya, dan ini merupakan cikal bakal radikalisme karena di dalam agama tidak diajarkan kekerasan.

Kalau kita melihat sejarah di zaman Abdul Wahab sudah mulai dimana kota Mekah dibumi hanguskan, situs situs sejarah dihilangkan, ini adalah salah satu awal mulanya dimana menginginkan perubahan dengan mengunakan kekerasan, mereka ingin dengan cepat dan praktis melakukan perubahan.

Baca juga: INFO Cuaca Kepri, Besok Kamis (8/4/2021), Warga Natuna Diminta Waspadai Gelombang Tinggi

TB: Apakah di agama diperbolehkan menggunakan kekerasan melakukan perubahan?

MS: saya berbicara dalam konteks agama Islam, Islam sendiri sebagai agama rahmatan Lil alamin, dimana ini Rahmat bagi semua tidak hanya satu manusia dengan manusia lain bahkan bagaimana antara manusia dengan semua ciptaan Tuhan sudah jelas seperti itu, maka bagi manusia yang tidak memberikan dampak Rahmat kepada sesama mahluk maka ia tidak menerapkan Rahmat Lil alamin.

TB: Nah kita juga bertanya-tanya dimana letak rahmatan Lil alamin jika banyak korban dimana mana, dari mulai diri sendiri dan orang lain?

MS: itu definisi secara umum, maka kita berbicara kenapa target kelompok kelompok tersebut ke kalangan milenial ini coba waspadai dan kita coba cari tau. Ini menjadi tanggung jawab kita semua, ada perubahan besar di pendidikan kita, jika kita ingin melakukan perubahan maka kita harus melakukan dari pondasi pendidikan terlebih dahulu. 

TB: Saat di pondasi seperti pendidikan tidak di perkuat, maka paham paham yang berkembang di media sosial bisa meracuni dan kita juga tidak bisa membendung laju perkembangan teknologi?

MS: nah saya akan kupas dari kenapa kaum milenial menjadi target. Kaum milenial dengan tidak mendiskreditkan tapi merefleksikan dari diri saya dimana usia diatas 15 tahun sampai 30 tahun ialah upaya mencari jati diri.

Dimana kelompok milenial mencari jati diri bagaimana bisa mengekspresikan dirinya di tengah masyarakat.

Halaman
1234
Penulis: Alamudin Hamapu
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved