Breaking News:

Buka Munas LDII ke IX, Presiden Jokowi Ajak Ormas Islam Moderasi dalam Beragama

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) LDII ke IX.

Penulis: Renhard Patrecia Sibagariang | Editor: Agus Tri Harsanto
Ist
DPW LDII Provinsi Kepri Sedang mengikuti Munas LDII ke IX secara Daring 

BATAM, TRIBUNBATAM.id  – Dilaksanakan di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur pada Rabu (7/4), Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) LDII ke IX.

Presiden Jokowi di depan para peserta yang mengikuti pidato pembukaan secara daring tersebut, mengingatkan Ormas Islam untuk mengembangkan dan melaksanakan moderasi beragama. 

“Kita patut bersyukur menerima warisan berupa Bhinneka Tunggal Ika dari para pendiri bangsa, meskipun berbeda-beda suku, bangsa, dan berbeda dalam pandangan agama, tapi tetap saling menghormati, bersatu, rukun, dan bersama-sama bergotong royong,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, sikap tertutup dan eksklusif tidak sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika, “Sikap tertutup menciptakan intoleransi yang merusak sendi-sendi keagamaan, dan menimbulkan penolakan serta pertentangan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh jajaran dan pimpinan keluarga besar LDII, untuk menyuarakan dan meningkatkan kehidupan sosial keagamaan kita,” imbuhnya. 

Senada dengan Jokowi, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mengatakan, terdapat delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa, dimana kebangsaan ditempatkan pada posisi pertama,

“Dengan semangat kebangsaan itu, LDII melaksanakan moderasi beragama, berdakwah dengan sejuk. Serta berkomitmen menegakkan Empat Pilar Kebangsaan,” ujar Chriswanto. 

Dalam acara Munas LDII ke IX, turur hadir juga Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Wakabaintelkam) Irjen Pol Drs. Suntana menyampaikan pembekalan dalam Musyawah Nasional (Munas) IX LDII. Kemitraan Ormas dan Polri dalam menjaga serta memelihara Kamtibmas menjadi tema dalam pembekalan tersebut.

Mewakili Kapolri, Drs. Suntana mengatakan, membangun kesatuan bangsa dapat dicapai melalui proses dengan menghadirkan kesadaran masyarakat untuk mencapai tujuan yang sama. Hal tersebut dapat terbentuk lewat peran dari Organisasi Masyarakat (Ormas).

“Indonesia memiliki ragam suku, bahasa, adat, budaya, dan agama. LDII sebagai Ormas yang mengedepankan Pancasila dan akhlakul karimah diharapkan dapat membantu mempersatukan keberagaman yang ada di Indonesia,” jelas Suntana.

Dalam pidato pembukaan, Chriswanto menegaskan empati dan dukungannya terhadap pemerintah. “LDII turut merasakan beratnya permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah saat ini. Kehadiran pandemi covid-19 sejak awal tahun lalu dan masih berlanjut hingga sekarang, benar-benar telah memukul mundur capaian target-target pembangunan pada berbagai sektor khususnya kesehatan dan perekonomian,” ujarnya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved