Breaking News:

ARTI KEDUTAN

Bukan Mitos, Ternyata Ini Arti Kedutan Menurut Dunia Medis di Tubuh Manusia

Kedutan pada masyarakat tradisional sering dianggap sebagai firasat karena munculnya cukup mengganggu. Ternyata ini menurut medis

ist
Bukan Mitos, Ternyata Ini Arti Kedutan Menurut Dunia Medis di Tubuh Manusia (Ilustrasi) 

TRIBUNBATAM.id - Bangsa Indonesia penuh dengan sejarah. Mulai dari sejarah kemerdekaan, cerita rakyat hingga mitos-mitos yang absurd.

Misalkan mitos kedutan. Tidak sedikit orang sering mengaitkan fasikulasi atau kedutan dengan mitos-mitos yang absurd.

Kedutan pada masyarakat tradisional sering dianggap sebagai firasat karena munculnya cukup mengganggu dan berlangsung terus-menerus.

Bisa jadi Bertemu Mantan, Ini 4 Arti Kedutan di Paha Kiri Menurut Primbon Jawa

Namun, dalam dunia kesehatan, kedutan sebenarnya salah satu sinyal yang diberikan oleh tubuh melalui otot.

Tak jauh berbeda dengan kram, kedutan merupakan hasil aliran listrik syaraf tak normal pada otot.

Bedanya, jika pada kram terjadi gelombang listrik yang terlalu besar, sedangkan kedutan terjadi aliran listrik secara involuntir, atau tanpa disadari dan terjadi terus-menerus. Kontraksi ini diteruskan melalui syaraf pada target otot di luar kontrol.

Arti Kedutan di Punggung Tangan Kiri, Jarang Terjadi, Tapi Punya Makna yang Bikin Syok

Menurut dr Yusak M Siahaan, SpS, neurologis dari Siloam Hospital Karawaci, bila dianalogikan, ibarat orang yang menerima informasi secara berlebihan dan sudah overload, lama-kelamaan akan melakukan hal-hal di luar normal, karena menerima informasi yang berlebihan.

Umumnya, kedutan terjadi pada bagian tubuh yang lelah seperti wajah, tangan, kaki, dan dada.

Sifat lelahnya bukan diakibatkan aktivitas berat, tetapi dilakukan dalam jangka waktu panjang di luar batas normal, sehingga memicu kelelahan.

Misalnya, terlalu lama menggunakan komputer, kurang tidur, bekerja terus-menerus tanpa istirahat, atau lainnya.

5 Arti Kedutan di Telapak Kaki, Mendapat Kabar Baik dari Kerabat Dekatmu

Halaman
12
Editor: Filemon Halawa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved