Breaking News:

Kematian Pemuda 28 Tahun Gegerkan Media Sosial, Sulit Berdiri Dihukum Squat 300 Kali Gegara Beli Air

Pria 28 tahun tewas setelah diwajibkan melakukan squat 300 kali karena melanggar jam malam saat membeli air minum, sebelum tewas ia kesulitan berjalan

Viral Press via Daily Mail
Darren Manaog Penaredondo bersama istrinya, Reichelyn Blace dan anak mereka. Penaredondo meninggal pada 3 April setelah dihukum squat 300 kali karena melanggar jam malam saat membeli minum 

TRIBUNBATAM.id - Nasib tragis dialami seorang pria yang disiksa petugas karena melanggar jam malam.

Ia tewas setelah kesulitan berdiri usai diwajibkan melakukan squat 300 kali oleh petugas yang kini sedang dicari.

Pemuda 28 tahun itu tertangkap polisi karena membeli air minum dari toko di atas pukul 18.00 waktu setempat.

Bersama pelanggar aturan jam malam lain mereka diwajibkan melakukan squat dan membuatnya sulit berdiri.

Baca juga: Ridwan Kamil Apresiasi Bogor dan Depok, Minta Bekasi Ikut Terapkan Jam Malam

Kasus ini dialami seorang pria Filipina bernama Darren Manaog Penaredondo dan viral di media sosial setempat.

Ia tewas pada 3 April, dua hari setelah dia dihukum karena melanggar jam malam.

Darren Manaog Penaredondo bersama istrinya, Reichelyn Blace dan anak mereka. Penaredondo meninggal pada 3 April setelah dihukum squat 300 kali karena melanggar jam malam saat membeli minum
Darren Manaog Penaredondo bersama istrinya, Reichelyn Blace dan anak mereka. Penaredondo meninggal pada 3 April setelah dihukum squat 300 kali karena melanggar jam malam saat membeli minum (Viral Press via Daily Mail)

Besoknya Pasangannya, Reichelyn Blace mengungkapkan Penaredondo bersama para pelanggar diminta squat 100 kali, dan disuruh mengulang jika tidak serempak.

Begitu Penaredondo pulang keesokan paginya, dia sudah kesulitan berjalan karena sudah melakukan 300 squat.

Kepada media Filipina Rappler, Blace mengatakan Penaredondo sampai harus dipapah oleh sesama pelanggar jam malam.

"Saya tanya apakah dia mengalami penyiksaan.

Halaman
123
Editor: Irfan Azmi Silalahi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved