Breaking News:

Lama Misteri, Kematian Pesilat Remaja Mulai Temukan Titik Terang, Rotan Jadi Petunjuk Polisi

Polisi mengamankan rotan yang menjadi petunjuk adanya dugaan tindak kekerasan yang mengakibatkan nyawa pesilat muda Klaten melayang

Editor: Aminudin
TribunSolo.com/Fristin Intan
Sosok MRS (15) pesilat cilik warga Dukuh Klengen RT 15 RW 7, Desa Srebegan, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten yang meninggal karena latihan dan kondisi pemakaman pada Minggu (4/4/2021) malam 

TRIBUNBATAM.id - Misteri yang menyelimuti kematian pesilat muda di Klaten perlahan-lahan mulai menemui titik terang.  

Polisi dari Polres Klaten telah mengamankan sejumlah barang bukti yang mengarah pada adanya tindakan kekerasan yang kemudian mengakibatkan nyawa orang lain melayang.

Salah satu barang bukti yang diamankan yakni rotan.   

Rotan tersebut diduga dipakai untuk memukuli korban hingga tewas.

Remaja tersebut dipukul di bagian dada dan punggung.

Andriyansyah mengatakan juga mengamankan barang bukti lainnya seperti pakaian korban, hasil koordinasi dengan tim forensik, dan kendaraan bermotor

"Semua barang tersebut kami amankan dan kami jadikan BB," kata Adriyansyah.

Kemudian ia menjelaskan dari hasil pemeriksaan polisi, pada saat latihan ada beberapa kontak fisik terhadap korban.

Dia mengatakan korban menerima kontak fisik pada bagian dada, dan punggung korban.

"Pada saat kontak fisik mereka menggunakan rotan," tutur Andriyansyah.

Kemudian ia mengatakan seluruh tersangka akan dijerat Pasal 80 ayat 2 dan 3 UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman selama 15 tahun penjara.

Lantaran ancamannya seperti itu, tiga tersangka dewasa langsung ditahan.

Sedangkan untuk 3 tersangka yang masih dibawah tidak dilakukan penahanan.

"Kami akan agendakan tahapan rekontruksi bersama-sama tim jaksa penuntut umum (JPU)," paparnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved