Breaking News:

Aksi 25 Jet Tempur China Terbang ke Perbatasan Bikin Panas, Peringatan Taiwan Tak Main-main

Apa yang dilakukan China telah melanggar wilayah udara negara pulau yang jauh lebih kecil itu selama 10 hari berturut-turut

Editor: Aminudin
Republic of China (ROC) Ministry of National Defense via AP)
Dalam foto ini diambil 10 Februari 2020, dan dirilis oleh Republik Pertahanan Tiongkok (ROC) Kementerian Pertahanan Nasional, Angkatan Udara Taiwan F-16 di latar depan terbang di atas sayap Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLAAF) H -6 pembom saat melewati dekat Taiwan 

TRIBUNBATAM.id -  Kondisi hubungan Taiwan dan China kembali memanas.

Terbaru, China melanggar teritorial ke wilayah udara Taiwan.

Bahkan baru-baru ini China telah melakukan pelanggaran terbesarnya dalam setahun.

Sebab, apa yang dilakukan China telah melanggar wilayah udara negara pulau yang jauh lebih kecil itu selama 10 hari berturut-turut.

Taiwan mengatakan pesawat China, termasuk 18 pesawat tempur, memasuki zona identifikasi pertahanan udara barat daya.

Mereka mengklaim ada 14 jet tempur Jian-16, empat Jian-10, empat pembom H-6K, dua pesawat perang anti-kapal selam Y-8, dan satu pesawat peringatan dini, serta kontrol udara KJ-500 dikirim ke atas.

Kementerian Pertahanan Taiwan lalu membalasnya dengan meluncurkan jetnya sendiri untuk memberikan peringatan kepada pesawat China.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan Taiwan menjelaskan Angkatan Udara Taiwan mengirim pasukan patroli udaranya untuk membayangi mereka, mengeluarkan peringatan radio, dan mengerahkan rudal untuk memantau pergerakan mereka.

Serangan tersebut menandai pelanggaran terbesar wilayah udara Taiwan oleh  pesawat Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).

Laporan lokal mengklaim China mengirim jet ke Taiwan setiap hari bulan ini.

Liberty Times Taipei memperkirakan serangan telah terjadi setidaknya selama 86 hari sepanjang tahun ini.

Otoritas Taiwan mengatakan bahwa, pada tahun 2020 kemarin, jet China membuat rekor 380 serangan ke zona pertahanan udara negara itu.

Diketahui, China menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri.

Dan mereka telah berulang kali mengancam akan menyatukan kembali dua negara.

Sebelum serangan skala besar itu, pada hari Jumat lalu, 11 pesawat China, termasuk delapan jet tempur, memasuki ruang udara Taiwan.

Saat itu, China menyalahkan Amerika Serikat (AS) atas ketegangannya dengan Taiwan.

Ini karena kapal perang AS-lah yang mengobarkan konflik antara dua negara tetangga itu.

Mereka juga mengejek AS dan bertanya apakah kapal China harus berlayar di Teluk Meksiko sebagai balasan unjuk kekuatan.

AS sendiri memang dilaporkan mendukung Taiwan untuk melawan China.

Tidak heran jika kelompok kapal induk AS sedang berlatih di dekat Taiwan.

Sebelumnya malah sebuah kapal perang AS berlayar melalui Selat Taiwan, lokasi yang memisahkan Taiwan dengan China.

Untuk menekan China, Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken memperingatkan China untuk tidak membuat kesalahan serius dan menyerang Taiwan.

Blinken sendiri menyatakan keprihatinannya atas agresi Beijing terhadap Taiwan.

Dia menganggap China 'hopeless' ingin memiliki Taiwan kembali.

"Kami memiliki komitmen serius untuk perdamaian dan keamanan di Pasifik barat," kata Blinken.

“Kami mendukung komitmen itu. Dan akan membantu melawan jika ada yang mencoba menyerang duluan."

BACA BERITA LAIN TRIBUN BATAM DI GOOGLE NEWS

TONTON YOUTUBE__TRIBUN BATAM.ID :

https://intisari.grid.id/read/032646863/makin-brutalchinaterang-terangan-kirim-25-jet-tempur-ke-perbatasan-udara-taiwan-marah-besar-hingga-putuskan-kirim-sinyal-bantuan-pada-joe-biden-amerika-langsung?page=all

Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved