Breaking News:

Melihat Dari Dekat Pesona Masjid Nur Al Weini di Tanjungpinang, Bergaya Timur Tengah

Meski baru berusia 14 tahun, Masjid Nur Al Weini di Tanjungpinang layak dijadikan destinasi wisata religi. Punya gaya bangunan ala Timur Tengah

tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Keindahan Masjid Nur Al Weini dengan desain bangunan ala Timur Tengah dipadu ukiran kaligrafi Bahasa Arab di Tanjungpinang 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Masjid yang satu ini tergolong unik dari sebagian masjid yang ada di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Julukan minimalis itu indah, tepat rasanya dinobatkan kepada Masjid Nur Al Weini yang berlokasi di Jalan Peralatan, Melayu Kota Piring, Tanjungpinang Timur.

Lokasinya tak jauh dari Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Masjid dengan gaya arsitektur Timur Tengah ditambah interior jendela kaca berukiran kaligrafi Bahasa Arab, terlihat hampir memenuhi sekeliling bangunan ini.

Meski tergolong baru berdiri 14 tahun, namun Masjid Nur Al Weini layak dijadikan destinasi wisata religi bagi masyarakat, khususnya Kota Tanjungpinang.

Baca juga: DAFTAR Imam dan Muadzin Salat Tarawih Masjid Agung Batam Selama Ramadhan 2021

Baca juga: RAMADHAN 2021 Pertama Bupati Lingga, Salat Tarawih di Masjid Sultan Daik Bareng Istri

Sekadar informasi, bangunan Masjid Nur Al Weini memakai warna dasar hijau. Terdapat 5 kubah dengan ukiran tulisan kaligrafi bahasa Arab, di samping sisi kiri dan sisi kanan bangunan diapit 2 bangunan menara tinggi.

Tidak hanya itu, di ruangan dalam masjid juga dinding-dinding dipenuhi tulisan kaligrafi bahasa Arab. Ada 12 tiang bangunan dicat memakai alat kompresor dengan teknik air brush.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Nur Al Weini, Wagiman mengatakan, pendiri bangunan masjid ini adalah H Fauzi Helmi beserta keluarga.

"Sekarang beliau dan keluarga sudah di Jakarta. Awalnya bangunan ini berdiri tahun 2007 dan sejak awal masjid ini dibangun dan diberikan kepada warga untuk dikelola," terangnya, Selasa (13/4/2021).

Menurutnya, bangunan masjid dengan arsitektur Timur Tengah ditambah ukiran kaligrafi pada hampir seluruh bangunan hanya ada di tempatnya.

"Sepengetahuan kami kalau di Tanjungpinang hanya ini yang hampir keseluruhan dipenuhi ukiran kaligrafi Bahasa Arab, perancang bangunan dan karya seninya ini didatangkan pak Fauzi dari Malang saat itu," sebutnya.

Sementara itu, karpet shalat di Masjid Nur Al Weini saat ini berasal dari sumbangan jemaah asal Singapura.

"Jadi dulu kita pakai karpet biasa yang digulung-gulung itu, sampai akhirnya dibantu oleh jemaah asal Singapura dan sampai sekarang masih baik kondisinya," ujarnya..

(Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Tanjungpinang

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved