Breaking News:

BERITA CHINA

Warganet China Minta Pejabat Ini Diam, Langsung Klarifikasi Sebut Vaksin Beijing Kurang Efektif

Seorang pejabat China diminta warganet Negeri Panda untuk diam setelah media barat memberitakan ia mengaku bahwa vaksin buatan Beijing kurang efektif

IST
Warganet China Minta Pejabat Kesehatan Ini Diam, Klarifikasi Sebut Vaksin Beijing Kurang Efektif. Foto hanya ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id - Pernyataan mengejutkan dan tak biasa keluar dari mulut seorang pejabat Negeri Panda.

Gao Fu yang menduduki jabatan mentereng di China, semat membuat heboh dan diminta warganet berhenti bicara. 

Ucapannya mematik reaksi luar di dalam negeri saat membicaran keefektifan vaksin buatan Beijing.

Setelah ramai kritik, Gao yang menjabat sebagai Direktur Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) China memberi klarifikasi.

Klarifikasi itu setelah beredar pemberitaan di sejumlah media barat, bahwa ia menyebut vaksin buatan negaranya kurang efektif.

Baca juga: Situasi Asli di China Bocor, Orang Dalam Beberkan Kebenaran Covid-19, Banyak Tak Percaya Pemerintah

Dalam wawancara eksklusif dengan Global Times, Gao menerangkan saat itu para ilmuwan di dunia mendiskusikan efikasi vaksin.

Dia menawarkan untuk meningkatkan efektif, penyesuaian prosedur vaksinasi dan inokulasi menggunakan vaksin berbeda bisa jadi pilihan.

Gao yang disorot lantaran mengakui vaksin Covid-19 yang dibuat negaranya kurang efektif dan kemudian menyebut pendapatnya sudah disalahartikan negara Barat
Gao yang disorot lantaran mengakui vaksin Covid-19 yang dibuat negaranya kurang efektif dan kemudian menyebut pendapatnya sudah disalahartikan negara Barat (China.org.cn via Global Times)

"Rerata perlindungan vaksin di seluruh dunia kadang tinggi, kadang rendah.

Cara meningkatkan kemanjuran jadi pertanyaan semua ilmuwan," papar Gao.

Si pejabat kesehatan China mengemukakan, dia mengusulkan penyesuaian seperti dosis vaksin, interval, dan inokulasi berurutan dengan produsen berbeda.

Halaman
123
Editor: Irfan Azmi Silalahi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved