Breaking News:

Isu KLB di Internal PKB, Tanggapan Pengamat Politik Rahmayandi Mulya, Sarankan Konsolidasi

Rahmayandi menilai, isu KLB di tubuh PKB ini tak lepas dari kepentingan politik di tahun 2024. Ada dua tujuannya.Di antaranya menaikkan popularitas

Penulis: Ichwan Nur Fadillah | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Istimewa
Foto Dekan FISIP Universitas Riau Kepulauan, Rahmayandi Mulya, S.IP, M.IP. Rahmayandi sekaligus pengamat politik di Kota Batam. Isu KLB di Internal PKB, Tanggapan Pengamat Politik Rahmayandi Mulya, Sarankan Konsolidasi 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id – Beredar kabar ratusan kader Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) menginginkan Muktamar Luar Biasa segera dilaksanakan.

Isu ini muncul ke permukaan setelah para kader beranggapan telah terjadi banyak pelanggaran Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Kabar perpecahan di tubuh PKB ini pun mengundang tanya banyak pihak. Tak terkecuali seorang pengamat politik sekaligus akademisi di Kota Batam, Rahmayandi Mulya.

Menurut Rahmayandi, polemik terkait Kongres Luar Biasa (KLB) di internal partai politik selalu menjadi pembahasan menarik.

“Saya memandang, isu ini tak terlepas dari kepentingan politik di tahun 2024 nanti,” ungkap Rahmayandi kepada Tribun Batam, Rabu (14/4/2021).

Ia menganalisa, isu KLB ini dimaksudkan untuk dua tujuan. Pertama, murni untuk mengudeta kepengurusan atau kepemimpinan saat ini.

Atau, hanya untuk sekadar menaikkan popularitas partai.

“Sebelum PKB, Demokrat juga demikian. Saya melihat, agenda itu seolah belum dipersiapkan secara matang,” jelasnya.

Lagi pula, menurutnya, polemik di tubuh PKB bukan hanya sekali ini saja terjadi. Sehingga, Rahmayandi memandang jika isu terkait KLB di PKB ini merupakan akumulasi konflik dari tahun-tahun sebelumnya.

“Saya melihat ini murni kepentingan politik salah satu kelompok internal. Apalagi menjelang tahun 2024, resistensi begitu kencang terhadap setiap partai politik. Oleh karenanya, mereka harus solid sebelum Pilpres digelar nanti,” imbuhnya lagi.

Ia mengatakan, untuk mengatasi situasi saat ini, PKB seharusnya dapat menggelar konsolidasi di setiap tingkatan pengurus, baik pusat hingga daerah.

Dengan tujuan, riak dari isu KLB ini tak mempengaruhi pandangan seluruh kader saat ini.

“Komunikasi pengurus pusat ke daerah harus dimaksimalkan. Jika sejumlah cabang tak aktif, mungkin bisa kembali dirangkul. Lagi pula, saya melihat PKB beberapa waktu ke belakang memang lemah dari segi konsolidasi,” pungkasnya.

Tanggapan Abdul Basyid Has

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved