Breaking News:

3 Remaja Sebut Dipaksa Polisi Ngaku Jadi Pencuri, Takut Disiksa Akui Perbuatan Tak Pernah Dilakukan

Di bawah ancaman akan dibunuh dan mengalami penyiksaan hebat membuat tiga anak di bawah umut mengakui perbuatan yang tak pernah mereka lakukan

KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKE
Memilukan, tiga orang anak dibawah umur inisial AG (12), RN (14) dan AJ (16) bersama MS (22), di Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton mengaku dipaksa dan disiksa untuk menjadi pelaku pencurian yang tidak mereka lakukan 

TRIBUNBATAM.id - Di bawah ancaman akan dibunuh dan mengalami penyiksaan, membuat tiga anak di bawah umut mengakui perbuatan yang tak pernah mereka lakukan.

Mereka terdesak melakukannya karena terus-menerus mendapat siksaan dari oknum polisi.

Adapun tuduhan yang dialamatkan polisi atas laporan Saharudin yang bekerja sebagai kepala sekolah, yang melaporkan kasus pencurian di Polsek Sampuabalo.

Baca juga: Oknum Polisi Rudapaksa Bocah 12 Tahun, Janji Mau Dinikahi, Padahal Sudah Punya Istri

Korban mengaku kehilangan uang Rp 100 juta, dua buah telepon genggam dan dua laptop di rumahnya pada Desember 2020.

Memilukan, tiga orang anak dibawah umur inisial AG (12), RN (14) dan AJ (16) bersama MS (22), di Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton mengaku dipaksa dan disiksa untuk menjadi pelaku pencurian yang tidak mereka lakukan
Memilukan, tiga orang anak dibawah umur inisial AG (12), RN (14) dan AJ (16) bersama MS (22), di Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton mengaku dipaksa dan disiksa untuk menjadi pelaku pencurian yang tidak mereka lakukan (KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKE)

Dari peristiwa itu polisi melakukan penyelidikan, dan membuat 3 anak di bawah umur masing-masing berinisial AG (12), RN (14) dan AJ (16) bersama MS (22), di Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton tertuduh.

Saat ditangkap polisi mereka mengaku disiksa dan dipaksa mengaku menjadi pelaku pencurian yang tidak mereka lakukan.

Karena tak tahan mendapat siksaan dan ancaman dibunuh, ketiga anak di bawah umur ini terpaksa mengaku menjadi pelaku pencurian.

Ketiganya lantas divonis Pengadilan Negeri Pasarwajo dan menjalani masa hukuman di pesantren.

Baca juga: Cinta Segitiga Polwan Cantik, Brigadir MD Bongkar Hubungan Terlarang Istrinya dengan Oknum Polisi

"Awalnya saya tidak tahu, saya dengar ada ribut-ribut di rumah, saya bangun dan ada yang bilang adikku dibawa polisi katanya mencuri," kata RN kepada sejumlah media, Selasa (13/4/2021).

Tak berapa lama ia mendapat telepon untuk datang ke kantor Polsek dan mendapat informasi dari temannya kalau dirinya terlibat dalam pencurian.

Ilustrasi polisi
Ilustrasi polisi (ANTARA VIA BBC NEWS INDONESIA Via Tribun Timur)
Halaman
123
Editor: Irfan Azmi Silalahi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved