Breaking News:

Brenton Tarrant Si Penyerang 51 Jemaah Salat Jumat Ajukan Petisi, Minta Status Terorisnya Dikaji

Brenton Tarrant yang membunuh 51 jemaah di masjid Selandia Baru saat Salat Jumat dilaporkan meminta statusnya sebagai teroris sadis dikaji ulang

Editor: Irfan Azmi Silalahi
montase (Sumber : NZ Herald, girlaskguys, Facebook)
Brenton Tarrant Si Penyerang 51 Jemaah Salat Jumat Ajukan Petisi, Minta Status Terorisnya Dikaji 

TRIBUNBATAM.id - Brenton Tarrant pada Kamis (15/4/2021), dijadwalkan menghadiri sesi sidang di Pengadilan Tinggi Auckland.

Dia mengajukan petisi antara lain perubahan kondisi penjara yang ditempatinya atas dasar kemanusiaan.

Selain itu dia juga meminta statusnya sebagai teroris berdasarkan Undang-undang Pencegahan Teroris Selandia Baru dikaji lagi.

Brenton Tarrant adalah pembunuh 51 jemaah di masjid Selandia Baru saat Salat Jumat dilaporkan meminta statusnya sebagai teroris dikaji.

Baca juga: Brenton Tarrant, Teroris Brutal Penembak Puluhan Jemaah Masjid Selandia Baru Terdiam di Pengadilan

Baca juga: Teroris Brutal Pembunuh 51 Jemaah Masjid BRENTON TARRANT, Sidang Vonis Tak Boleh Disiarkan Langsung

Brenton Tarrant, pendukung supremasi kulit putih, bertanggung jawab atas insiden paling berdarah dalam sejarah Negeri Kiwi.

Brenton Tarrant pelaku penembakan Masjid di New Zealand
Brenton Tarrant pelaku penembakan Masjid di New Zealand (Facebook)

Pada 15 Maret, dia menembaki dua masjid di Christchurch, ketika jemaah sedang melaksanakan Salat Jumat.

Sebanyak 51 orang tewas dan 40 lainnya terluka.

Brenton Tarrant pun ditangkap ketika hendak menuju ke lokasi ketiga.

Pada Agustus tahun lalu, dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebsan bersyarat.

Vonis itu merupakan yang terberat dalam sejarah Selandia Baru, di mana dia bersalah atas dakwaan pembunuhan, percobaan pembunuhan dan terorisme.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved