Senin, 4 Mei 2026

BATAM TERKINI

Rencana Pembangunan Pabrik Vulkanisir Ban Pesawat di Batam Batal, Ini Sebabnya

Rencana pembangunan pabrik vulkanisir ban pesawat di Batam akhirnya tertunda karena masih terkendala syarat ini.

Tayang:
tribunbatam.id/Hening Sekar Utami
Presiden Direktur Lion Air Group, Edward Sirait (baju putih), mengunjungi Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Rabu (14/4/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pada 2019 lalu, Lion Air bersama Garuda Indonesia membangun kerjasama untuk pembangunan pabrik vulkanisir ban pesawat.

Kerjasama tersebut ditandatangani melalui anak perusahaan Lion dan Garuda.

Batam Aero Teknik (BAT) dan Garuda Maintenance Facility (GMF), menandatangani kerjasama pembangunan pabrik vulkanisir ban pesawat.

Rencana awal, BAT dan GMF menggandeng perusahaan ban asal Prancis, Michelin.

Dengan kerjasama itu, memang diharapkan dapat meningkatkan penyerapan karet dalam negeri.

Kemudian, mendorong efisiensi maskapai, serta meningkatkan devisa negara.

Selain wilayah Batam, rencana pembangunan pabrik vulkanisir juga akan dilakukan di Tangerang.

Baca juga: RAMADHAN 2021 - Walikota Batam HM Rudi Sambangi Pulau Pecong dan Pulau Kasu

Sayangnya, sejauh ini rencana pembangunan pabrik vulkanisir ban pesawat, di Bandara Hang Nadim, masih terkendala karena sertifikat.

Padahal jika pabrik vulkanisir beroperasi di Batam, proses remanufaktur untuk menambah umur ban yang telah digunakan, bisa dilakukan di Batam

"Tiba-tiba investor tidak mau," ujar Presiden Direktur Lion Air, Edward Sirait, Kamis (15/4/2021) saat berada di Bida Marketing, BP Batam

Diakuinya sebelum menyampaikan rencana membangun pabrik vulkanisir, pihaknya sudah ada komunikasi dengan investor.

Namun tiba-tiba rencana investasi di Kota Batam dibatalkan. 

Selain investor pertama, ada juga investor lain yang berniat invest. Namun saat ini diakui masih ada kendala. 

"Ada teman investor untuk vulkanisir. Tapi sertifikat di Amerika. Dia sudah membuat di Cikarang juga. Tapi terkendala karena Covid," katanya.

Ia mengatakan sertifikat untuk pabrik vulkanisir menjadi syarat yang penting. Sehingga, ia berharap calon investor yang berniat membuka pabrik vulkanisir dapat sertifikat dari Amerika Serikat. 

"Tapi mau nggak mereka memberikan sertifikatnya?," tanyanya lagi.

Apabila, kata dia, pabrik vulkanisir ban pesawat ada di Batam, maka pesawat di Indonesia tidak perlu keluar negeri. Dimana, saat ini pabrik vulkanisir ban pesawat di Asia, baru ada di Thailand.

"Kalau ada di Batam atau Indonesia, kita tidak perlu ke Thailand," sambungnya.

Menariknya lagi, belum ada pabrik vulkanisir di Indonesia, menjadi ironi. Alasannya, Indonesia salah satu penghasil karet terbesar di dunia. Namun untuk urusan vulkanisir ban pesawat, harus ke Thailand.

"Memang agak ironi. Kita negara penghasil karet terbesar pertama atau kedua. Tapi pabrik ban di Thailand," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved