Breaking News:

Negaranya Sedang Kacau, Pemimpin Junta Militer Myanmar Malah ke Jakarta Pekan Depan

Tewas 720 Orang dan Sekitar 3100 Orang Ditahan, Apa Tujuan Pemimpin Junta Militer Myanmar Akan ke Jakarta? Negaranya Sedang Kacau, Justru Pemimpin Jun

ist
Pemimpin junta militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing 

NAYPYIDAW, TRIBUNBATAM.id – Di tengah negaranya sedang kacau, Pemimpin junta militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing bakal menghadiri pertemuan khusus para pemimpin ASEAN di Jakarta, Indonesia, pekan depan.

Kabar kehadiran Jenderal enderal Min Aung Hlaing di Jakarta benarkan oleh Kementerian Luar Negeri Thailand pada Sabtu (17/4/2021) sebagaimana dilansir AFP.

Hampir dipastikan, Jenderal Min Aung Hlaing benar-benar hadir.

Dikabarkan, kunjungan kelak ke Jakarta pekan depan akan menjadi agenda resmi pertamanya ke luar negeri sebagai pemimpin junta setelah militer menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada 1 Februari.

Myanmar Kembali Memanas, Aparat Tembaki Tim Medis yang Berunjuk Rasa

AUNG SAN SUU KYI - SIAPA Aung San Suu Kyi? Ditahan di Negara Sendiri tapi Mati-matian Dibela AS dan PBB. FOTO: SOSOK AUNG SANG SUU KYI
AUNG SAN SUU KYI - SIAPA Aung San Suu Kyi? Ditahan di Negara Sendiri tapi Mati-matian Dibela AS dan PBB. FOTO: SOSOK AUNG SANG SUU KYI (NEWS)

Junta militer berusaha memadamkan gerakan anti-kudeta dengan kekuatan mematikan, menewaskan lebih dari 720 orang dan menahan sekitar 3.100 orang.

Situasi Myanmar Kian Mencekam, Tewaskan Lebih 701 Warga Sipil & Terbaru Pasutri Ditembak Mati

Komunitas internasional, sebagian besar, mengutuk junta militer karena menggunakan kekuatannya terhadap warga sipil tak bersenjata.

Bahkan, ada beberapa negara yang menjatuhkan sanksi kepada perwira militer Myanmar, keluarga mereka, dan bisnis yang terkait dengan militer Myanmar.

"Beberapa pemimpin telah mengonfirmasi kehadiran mereka termasuk MAH Myanmar (Min Aung Hlaing)," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Thailand Tanee Sangrat.

Pertemuan ASEAN itu sendiri diharapkan dapat mengatasi krisis yang sedang berlangsung di Myanmar pasca-kudeta dan akan dilakukan pada 24 April.

Junta militer secara konsisten membenarkan kudeta mereka dengan menuduh adanya kecurangan dalam pemilu yang digelar pada November 2020.

Setidaknya 536 Warga Terbunuh! Situasi Negara Myanmar Kian Membara, Junta Militer Matikan Internet

Halaman
123
Editor: Filemon Halawa
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved