Breaking News:

HUMAN INTEREST

Kisah Anak Perbatasan di Anambas, Rela Jauh Dari Keluarga Demi Kejar Pendidikan

Kehidupan anak sekolah di Kepulauan Anambas, harus rela berpisah dengan orangtua demi menimpa ilmu

TRIBUNBATAM/RAHMATIKA
Potret anak sekolah di Kepulauan Anambas 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Hidup di perbatasan memang terkadang banyak tantangan yang harus dilalui. Ketika dihadapi dengan kondisi di mana sekedar menimba ilmu saja, para pelajar di Kepulauan Anambas harus lebih ekstra dibandingkan mereka yang tinggal di perkotaan.

Seperti kisah Endang Safitri (19), seorang pelajar yang tinggal di Butun, Desa Tarempa Timur, Kecamatan Siantan.

Endang harus rela pisah dengan keluarga tercinta untuk mengejar pendidikan di bangku sekolah menengah kejuruan (SMK) Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah.

Endang Safitri kini harus tinggal sementara waktu di Tarempa, Kecamatan Siantan agar bisa menyelesaikan pendidikannya.

Sudah hampir tiga tahun dirinya menyewa sebuah kamar disalah satu kosan yang berada di Tarempa.

Pasalnya di Tarempa inilah ia bisa menggunakan transportasi laut untuk sampai di SMK 1 Air Asuk.

"Di sini saya ngekos, karena di desa kami tidak ada pompong yang bisa mengantarkan kami ke sekolah, dulu sempat ada hanya saja karena sedikitnya pelajar dari desa saya yang bersekolah di SMK 1 Air Asuk jadinya pompong itu tidak jalan lagi," ujar Fitri, Minggu (18/4/2021).

Dirinya merasa beruntung mendapatkan tempat tinggal yang harganya terjangkau.

Jika dilihat jarak antara tempatnya tinggal dengan rumah orang tuanya tidak lah jauh, apabila menggunakan transportasi laut hanya membutuhkan waktu 30 menit saja. 

Namun karena keadaan transportasi ke sekolah yang tidak ada mengharuskan Fitri untuk menyewa tempat tinggal di Tarempa.

Halaman
12
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved