Sabtu, 18 April 2026

BATAM TERKINI

Kasus Covid-19 di Batam Meningkat, Rudi Kumpulkan Muspida dan Forkopimda Besok

Wali Kota Batam Muhammad Rudi segera mengumpulkan Muspida dan Forkopimda untuk membahas upaya untuk menekan kasus covid di Batam yang kian meningkat

Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Istimewa
Kasus Covid-19 di Batam Meningkat, Rudi Kumpulkan Muspida dan Forkopimda Besok. Foto Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi disuntik vaksin Covid-19, Kamis (4/3/2021). 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kasus Covid-19 di Batam semakin meningkat.

Terkait hal ini, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi segera menggelar rapat penanganan Covid-19 bersama Muspida dan Forkopimda, Selasa (20/4/2021). Sehingga bisa disimpulkan upaya apa yang akan dilakukan untuk penegakan protokol kesehatan ini.

Tak hanya itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Doni Monardo juga dijadwalkan datang ke Batam hari ini, Senin (19/4/2021) .

Kedatangan Doni Monardo dalam rangka menyambut pembukaan pintu masuk Lagoi dan Nongsa bagi kegiatan Safe Travel Corridor.

"Hari ini pengarahan pukul 3 sore di Bandara. Nah besok kita kumpulkan semua membahas lanjutannya," ujar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Senin (19/4/2021).

Baca juga: Corona di Batam Serang Guru Hinterland, Kecamatan Galang Tak Lagi Zona Hijau Covid-19

Baca juga: Angka Covid-19 di Kepri Meningkat, Ada Kaitannya dengan Temuan Varian Baru Corona B1525?

Di sisi lain, lanjutnya, seluruh umat muslim melaksanakan ibadah Ramadhan. Tentu penanganan Covid-19 saat ini berbeda.

"Ramadhan baru seminggu, tapi lonjakan kasus ini bukan karena Ramadhan. Tapi kegiatan lain. Itu yang mau kita bahas nantinya di hari selasa. Supaya tak saling tersinggung ulama kita undang, supaya sama-sama introspeksi diri dimana kesalahan ini," katanya.

Terpenting, vaksinasi Covid-19 harus cepat diberlakukan. Rudi berharap Pemerintah Provinsi Kepri bisa menyalurkan vaksin covid-19 kepada Batam secepatnya. Apalagi di Batam, stok vaksin Covid-19 sempat kosong.

"Berapa pun dikasih kita suntikkan. Pekerja non formal sangat banyak dan sulit mengarahkan pakai masker. Tapi penegakan kita jalan, vaksinasi juga terus digesa," katanya.

Pakar Epidemiologi Dorong 3T Diperkuat

Grafik perkembangan kasus Covid-19 di Kota Batam meningkat pesat di minggu kedua dan ketiga April 2021.

Sempat sebelumnya melandai di angka 74 kasus dalam seminggu, penambahan kasus Covid-19 di minggu kedua bulan April mencapai 237 kasus, dan minggu ketiga mencapai 94 kasus.

Adanya kenaikan kasus Covid-19 yang melonjak ini turut disampaikan oleh Pakar Epidemiologi, Asep Zaenal Mustofa. Dari hasil analisisnya, rata-rata penambahan kasus per harinya mencapai 22,07 kasus pada periode 1 sampai 15 April 2021.

Jumlah ini terbilang lebih tinggi dibandingkan jumlah rata-rata di bulan Maret dan Februari yang hanya sekitar 9,14 - 9,58 tambahan kasus per harinya. Hingga kini, total kasus Covid-19 pun mencapai 6599, dengan 398 kasus masih dirawat, Minggu (18/4/2021).

"Seperti yang bisa dilihat, pada bulan Oktober, November, dan Desember 2020, ini adalah puncaknya kasus Covid-19. Di akhir Januari, kemudian Februari dan Maret, kita sudah bisa tenang karena penambahan kasus menurun per harinya. Tapi memasuki April 2021, kembali terjadi kenaikan, dengan rata-rata 22,07 kasus per harinya," jelas Asep.

Pakar Epidemiologi, Asep Zaenal Mustofa
Pakar Epidemiologi, Asep Zaenal Mustofa (tribunbatam.id/Hening Sekar Utami)

Kenaikan kasus ini, salah satunya dikarenakan penerapan protokol kesehatan yang kini agak longgar oleh masyarakat Kota Batam. Terlebih, jelang bulan Ramadhan 1442 H/2021 M, segala kegiatan ibadah dan bazaar Ramadhan telah diperbolehkan.

Pakar epidemiologi yang sekaligus juga Kepala Bapelkes Batam ini melihat penambahan kasus baru didominasi oleh karyawan swasta. Asep menilai, kendati prosedur kerja di perusahaan telah sesuai dengan standar protokol kesehatan ketat, namun aktivitas karyawan di luar lingkungan kerja juga harus turut diperhatikan.

Guna mengawasi aktivitas masyarakat di ruang publik, Asep mendorong Satgas Penanganan Covid-19 Kota Batam untuk terus menjalankan razia protokol kesehatan secara rutin. Ruang-ruang publik yang berpotensi terjadi kerumunan harus tetap diawasi dan dijaga secara ketat.

"Harus tetap waspada, apalagi sampai sekarang yang paling banyak terpapar karyawan swasta. Meskipun mungkin protokol kesehatan di dormitori sudah ketat, tapi kan tetap dapat beraktivitas di luar dan berbaur dengan masyarakat, itu yang harus kita antisipasi," jelas Asep.

Para pelaku usaha, tempat ibadah, serta industri harus turut terlibat dalam pengawasan penerapan protokol kesehatan di lingkungannya, sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 382, dan Nomor 328.

Selain itu, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Batam juga didorong untuk memperbanyak tracing, testing dan treatment (3T). Menurut ahli epidemiologi, dari satu temuan kasus positif, harus dilakukan tracing minimal terhadap 20 kontak erat di sekitarnya.

Hal ini agar lebih banyak kasus positif Covid-19 yang terjaring, sehingga dapat penyebaran kasus dapat terkendali. Pemeriksaan awal Covid-19 saat ini dilakukan melalui rapid test antigen, apabila positif, maka dilanjutkan dengan swab test PCR.

"Tracing, testing dan treatment harus diperkuat. Bapelkes Batam dalam hal ini siap untuk melatih petugas kesehatan untuk proses tracing ini," tegas Asep.

(tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi/Hening Sekar Utami)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Berita tentang Covid-19

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved