Breaking News:

Pertemuan Tak Sengaja, Pemuda 28 Tahun Ini Mantab Nikahi Janda 53 Tahun: Kami Saling Cinta

Hanya butuh 26 hari setelah berkenalan lewat chat messenger, Cecep Bagja memantapkan hati untuk bersanding dengan wanita kelahiran Samarinda Kalimanta

Editor: Danang Setiawan
Dok.Elisa via Kompas.com
Pernikahan Cecep Bagja (28) dengan Elisa (53) di Nunukan Kaltara. 

‘’Bunda Elisa bagi saya adalah hadiah ulang tahun terindah dan mimpi yang terwujud,’’kata Cecep terlihat bahagia.

Terbang ke Kalimantan sebagai bukti cinta Jarak antara Garut, Jawa Barat ke Nunukan, Kalimantan Utara tidak membuat Cecep patah semangat.

Kecocokan dengan Elisa dikatakan karena mereka memiliki nasib yang nyaris sama.

Baca juga: Bacaan Surah Sholat Qobliyah Subuh, Dianjurkan Dibaca Setelah Surat Al Fatihah

Baca juga: Jelang PSS Sleman vs Persib Bandung, Diragukan Tampil, Dejan Antonic Bicara Kondisi Irfan Bachdim

Kalau Elisa tinggal sendirian karena suami meninggal dan anak bekerja di kota kelahirannya, Cecep yang merupakan anak tunggal juga hanya tinggal berdua dengan ibunya dan tidak memiliki keluarga.

Elisa juga membenarkan ucapan Cecep, ia mengaku tidak sembarangan dan asal memilih.

Jauh jauh hari sebelum memantapkan sosok pendamping hidupnya, ia sudah melakukan tirakat.

Elisa berpuasa hajat selama dua bulan, dan sering bertanya pada para ahli agama.

‘’Mereka mengatakan, jodoh saya adalah orang jauh dan akan datang melamar saya lewat pintu depan. Tanda itu ada sama Aa Cecep, makanya hati saya tidak ragu meski usia kita terpaut 25 tahun. Ini bukan soal usia, tapi tentang bagaimana kita memaknai masa depan bersama,’’kata Elisa.

Tidak banyak yang Elisa minta dari Cecep.

Dari awal ia sudah mengatakan kalau ia hanya sendirian tinggal di rumahnya di jalan Mandor Beddu 6 komplek Bandara Nunukan.

Ia hanya ingin Cecep selalu di Kalimantan menemaninya dan memindahkan usaha servis HP milik Cecep di Garut ke Nunukan.

‘’Komitmen awal kan kita akan bersama terus. Keluarga juga mendukung, sekarang kami masih mencari lokasi yang pas untuk buka usaha. Kita akan selalu berdua pokoknya,’’katanya bersemangat.

Elisa mengatakan, 17 Maret 2021 menjadi tanggal dan bulan yang diabadikan menjadi mas kawin keduanya.

‘’Saya ini orangnya paling malas main medsos. Tapi entah kenapa pada 17 Maret 2021 saya buka FB dan meminta pertemanan dengan Aa Cecep. Aa langsung terima dan sejak itu kami sering video call,’’katanya sambil melirik ke Cecep di sebelahnya.

Saat menikah di 1 Ramadhan 1442 H atau 13 April 202, keduanya sepakat dengan mas kawin Rpc173.000 dengan arti tanggal dan bulan kenalan keduanya.

Pernikahan berlangsung sederhana di kediaman Elisa di jalan Angkasa gang Mandor Beddu 6 Nunukan.

Tidak ada seserahan atau mahar yang memberatkan.

Elisa mengaku tidak membutuhkan harta, ia merasa sudah berkecukupan dan baginya, kesungguhan Cecep tidak ternilai oleh apapun.

‘’Jadi kami kenalan itu dua hari sebelum hari ulang tahun Aa Cecep. Selain menjadi kado buat Aa Cecep, tentu menjadi kado paling istimewa dan paling berkesan buat saya,’’lanjut Elisa sambil memegang tangan Cecep dan menatapnya mesra.

Baca Berita Lainnya di GOOGLE NEWS

(*)

.

.

.

Sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved