VIRUS CORONA DI TANJUNGPINANG
Covid-19 di Tanjungpinang Masih Mengintai, Muncul Klaster Baru Selama April 2021
Wali kota Tanjungpinang mengungkap meningkatnya kasus covid-19. Menurutnya, penerapan protokol kesehatan warga cenderung menurun.
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
TANJUNGPINANG TRIBUNBATAM.id - Pandemi covid-19 di Tanjungpinang cenderung meningkat selama April 2021.
Setidaknya, terdapat penambahan 16 kasus baru virus corona di Tanjungpinang yang terhimpun sejak Senin (19/4/2021).
Meski kasus baru covid-19 di Tanjungpinang terus bertambah, Satgas Covid-19 mencatat ada 1.513 pasien sembuh corona.
Dinas kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana Tanjungpinang pun mengungkap klaster baru covid-19 di Tanjungpinang selama April 2021.
Pelaksana tugas (Plt) Kadinkes Kota Tanjungpinang Nugraheni Purwaningsih menjelaskan penyebab utama model penularan Covid-19.
Salah satunya dikarenakan faktor kontak erat, baik dengan orang di sekitar maupun import orang perjalanan kota yang tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan.
Nugraheni menyebutkan, adapun kluster baru yang muncul di awal hingga pertengahan bulan April ini di antaranya, kluster Bank BTN, kluster Diklat Pengadaan Barang dan Jasa termasuk juga kluster tenaga imigran dan ASN Pemko Tanjungpinang di ULP Kantor pelayanan Sekretariat Daerah dan BP2RD Kota Tanjungpinang.
"Kluster ini banyak meningkat dari hasil tracing satu orang ke orang yang lain maupun orang di sekitarnya yang melakukan kontak erat," ujarnya.
Proses penelusuran dan pemeriksaan terus dilakukan bergulir sehingga hasil semakin menunjukkan terjadinya penambahan jumlah pasien dengan sangat cepat.
Meningkatnya jumlah pasien positif covid-19 di Tanjungpinang ini dikarenakan faktor kontak erat.
Pencegahannya dapat dengan memakai masker dan mencuci tangan.
Terkait varian baru covid-19 di Tanjungpinang, pihaknya belum mendapat laporan.
"Saya belum mendapat laporan. Hanya saja kalau dilihat dari kecepatan penularan ini ditakutkan ini merupakan virus corona di Tanjungpinang varian baru.
Tapi sampai sejauh ini kita belum mendapatkan laporan secara resmi," sebutnya.
Wali kota Tanjungpinang Rahma mengatakan, munculnya kluster baru secara signifikan memasuki awal hingga pertengahan bulan April di Tanjungpinang disebabkan menurunnya penerapan protokol kesehatan oleh masyarakat.
Baca juga: Kecamatan Bintan Timur Diserang Corona, Muncul 9 Kasus Baru: Lansia dan Anak-anak
Baca juga: Mainaka Positif Covid-19, Nia Ramadhani Pasrah Karena Harus Menemani: 24 Jam Sama Anak
Menurut Rahma, peningkatan jumlah tersebut terjadi dengan waktu yang begitu cepat dan signifikan lantaran disebabkan oleh kelalaian individu yang tidak lagi mematuhi protokol kesehatan secara disiplin.
"Karena tidak selamanya kita menggantungkan disiplin ini dari pemerintah tapi ini harus didukung seluruh individu karena nyawa ini perlu untuk rasanya kita jaga bersama-sama," ujar Rahma saat meninjau pelaksanaan pemberian Vaksin bagi warga lanjut usia (Lansia) berusia 60 tahun ke atas, di Pujasera, Pasar Bintan Centre, Senin, (19/4/2021).
Masyarakat menurutnya seolah sudah mulai jenuh dan seakan-akan lupa akan pandemi Covid-19 yang masih mewabah.
Sehingga terkesan euforia dan lalai untuk tidak memakai masker saat berpergian dan berupaya menghindari kerumunan.
Vaksinasi Corona untuk Lansia
Pemerintah Kota/ Pemko Tanjungpinang membuka posko pemberian vaksinasi bagi kelompok sasaran lanjut usia (Lansia) di atas usia 60 tahun di dua lokasi.
Diperkirakan akan berlansung selama lima hari, pemberian vaksin tersebut dibuka di dua titik.
Di antaranya Pujasera, Pasar Bintan Centre yang mengakomodir lansia Kecamatan Tanjungpinang Timur serta Gedung Arsip.
Kemudian Perpustakaan Daerah mengakomodir Kecamatan Tanjungpinang Barat, Tanjungpinang Kota dan Bukit Bestari.
"Dibuka dari pukul 08.30 WIB sampai 12.00 WIB untuk tahap pendaftaran dan untuk penyuntikan vaksinnya disesuaikan dengan nomor antrean," ujar Wali Kota Tanjungpinang, Rahma, saat meninjau penyuntikan Vaksin Lansia di Pujasera Bintan Centre, Senin, (19/4/2021).
Karena merupakan kelompok rentan terpapar Covid-19, Rahma pun mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat Kota Tanjungpinang untuk hadir mengantarkan orang tua maupun saudara lansia nya yang berusia 60 tahun untuk menerima Vaksin.
"Tentu ini ikhtiar untuk kita dapat memutus mata rantai Covid-19 di Tanjungpinang. Kepada masyarakat yang sudah divaksin wajib kiranya untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan," jelasnya.
Mengingat meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Kota Tanjungpinang Rahma juga berpesan kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan diri, keluarga maupun lingkungan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.
"Saat ini alhamdulillah sudah hampir 6200 lansia yang divaksin dan tentu kita sesuaikan dengan jumlah lansia yang mencapai 17.000 di Kota Tanjungpinang.
Memang ini tentu harus ada pemahaman yang secara baik terhadap orang tua kita, Insya Allah aman untuk divaksin," terangnya.
Bagi warga atau masyarakat yang mengantarkan orang tuanya juga diberikan kesempatan untuk divaksin.
"Iya karena sampai dengan hari ini kelompok-kelompok sasaran sampai hari ini juga telah dan akan terus kita vaksin," sebutnya. (TribunBatam.id/Noven Simanjuntak)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Tanjungpinang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/plt-kadinkes-tanjungpinang-nugraheni-purwaningsih-soal-klaster-baru-covid-19.jpg)