Breaking News:

KORUPSI PT ASABRI

KEJAGUNG RI Sita Hotel Goodway Batam, Imbas Kasus Korupsi PT Asabri Benny Tjokro

Penyitaan aset berupa Hotel Goodway Batam milik Benny Tjokro ini dibenarkan Direktur Penyidikan Jampidsus Febrie Adriansyah.

TRIBUNBATAM/RONNYE
Hotel Goodway Batam yang sudah lama tidak beroperasi. Kini disita Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi PT Asabri 

TRIBUNBATAM.id - Hotel Goodway yang berlokasi di Kota Batam, Provinsi Kepri disita Kejaksaan Agung atau Kejagung RI.

Penyitaan aset milik tersangka kasus korupsi PT Asabri (Persero), Benny Tjokrosaputro itu ditempuh untuk mengembalikan kerugian Negara terkait kasus korupsi PT Asabri (Persero).

Tidak main-main, kerugian Negara dari kasus korupsi ini ditaksir mencapai Rp 23,7 Triliun.

Penyitaan aset berupa Hotel Goodway Batam milik Benny Tjokro ini dibenarkan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Febrie Adriansyah.

Dilansir dari Tribunnews.com dengan judul Hotel Goodway Batam Milik Benny Tjokro Ikut Disita Terkait Kasus Asabri, Kejagung RI sebelumnya telah menghitung perkiraan nilai aset tersangka korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asabri (Persero) yang telah disita oleh penyidik.

Febrie Adriansyah menyampaikan jumlah aset sitaan yang telah berhasil dihitung diperkirakan senilai Rp 10,5 Triliun.

Ia menyampaikan aset yang berhasil dihitung itu termasuk ribuan hektar tanah, belasan mobil mewah, puluhan kamar apartemen, lukisan emas hingga kapal pengangkut gas alam cair yang diperkirakan terbesar di Indonesia.

Tersangka Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (11/8/2020). Penyidik Kejaksaan Agung kembali menumpang ruangan di gedung KPK untuk melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tersebut.
Tersangka Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Selasa (11/8/2020). Penyidik Kejaksaan Agung kembali menumpang ruangan di gedung KPK untuk melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap tersangka kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tersebut. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Tak hanya itu, kata Febrie, aset tersebut juga termasuk tambang nikel yang disita dari para tersangka.

Nilai itu sudah termasuk empat tambang yang disita penyidik.

Febrie memahami nominal aset yang berhasil disita dari tersangka masih jauh untuk dapat mengembalikan kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp23,7 triliun.

Halaman
12
Editor: Septyan Mulia Rohman
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved