Breaking News:

BERITA CHINA

Filipina Lawan China? Duterte Bakal Kirim Kapal Perang ke Laut China Selatan

Dari beberapa negara Asean yang bersitegang dengan China soal tapal batas Laut China Selatan, Filipina adalah salah satu yang protes klaim Beijing

Editor: Irfan Azmi Silalahi
AFP/ TED ALJIBE
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte 

TRIBUNBATAM.id - Dari beberapa negara Asean yang bersitegang dengan China soal tapal batas Laut China Selatan, Filipina adalah salah satunya.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte bahkan menyatakan siap mengirim kapal militernya.

Itu dilakukannya untuk mengajukan klaim atas sumber daya minyak dan mineral di bagian jalur perairan strategis yang disengketakan.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte
Presiden Filipina Rodrigo Duterte (TED ALJIBE / AFP)

Duterte meyakinkan publik bahwa dirinya akan menegaskan klaim negara itu atas sumber daya seperti minyak dan mineral di Laut China Selatan.

Pada Senin (19/4/2021), pernyataan itu seakan menjawabkeluhan kritikus yang menilai Duterte bersikap lunak dengan menolak menekan Beijing agar mematuhi putusan arbitrase.

Baca juga: Ulah Xi Jinping Bikin Gaduh Laut China Selatan, Indonesia Kirim Kekuatan ke Natuna Adang Klaim China

Baca juga: Armada Tempur AS dan Beijing Sama-sama di Laut China Selatan, Kerahkan Kapal Induk, Kuat Siapa?

Baca juga: Ngototnya China Kuasai 90 Persen Laut China Selatan, Tiongkok Jawab Tuduhan Filipina Soal 220 Kapal

"Saya tidak begitu tertarik sekarang pada memancing.

Saya tidak berpikir ada cukup ikan untuk diperdebatkan.

Tapi ketika kita mulai menambang, ketika kita mulai mendapatkan apa pun yang ada di perut Laut China, minyak kita, pada saat itu saya akan mengirim kapal abu-abu saya ke sana untuk mengajukan klaim," kata Duterte dalam pidato publik larut malam seperti yang dikutip Reuters.

Kapal perang China berlayar di Laut China Selatan
Kapal perang China berlayar di Laut China Selatan (Via Kontan)

Dia menambahkan, "Jika mereka mulai mengebor minyak di sana, saya akan beri tahu China, apakah itu bagian dari kesepakatan kita?

Jika itu bukan bagian dari kesepakatan kita, saya juga akan mengebor minyak di sana," ujarnya, meski menegaskan ingin tetap berteman dengan Beijing.

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved