Breaking News:

7 ABG Jalankan Bisnis Prostitusi, Jual Gadis Belia ke Om-om Hidung Belang Lewat Media Sosial

Gadis belia ternyata jadi mucikari yang mengkoodinir prostitusi ABG di medsos yang berhasil dibongkar polisi di Reddoorz Plus Near TIS Square, Jakarta

Editor: Irfan Azmi Silalahi
Wartakotalive/Andika Panduwinata
7 ABG Jalankan Bisnis Prostitusi, Jual Gadis Belia ke Om-om Hidung Belang Lewat Media Sosial. Foto ilustrasi petugas Satuan Pamong Praja Tangerang mengamankan dua gadis muda diduga terlibat bisnis prostitusi di apartemen 

TRIBUNBATAM.id - Gadis belia ternyata mucikari yang mengkoodinir prostitusi ABG di Reddoorz Plus Near TIS Square, Tebet Barat Dalam, Jakarta Selatan.

Ia menjajakan teman-temannya untuk melayani om-om atau pria hidung belang melalui sarana media sosial (medsos).

Dari 15 gadis belia yang diamankan personel Polda Metro Jaya, 7 di antaranya diduga sebagai muncikari dan joki praktik bisnis pelacuran anak baru gede (ABG) tersebut.

"Untuk yang 7 (muncikari dan joki) karena di bawah umur tapi kasus tetap berjalan, tetap lanjut.

Tetapi kita wajib laporkan karena anak di bawah umur," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunu kepada awak media, Jumat (23/4/2021).

Baca juga: Fakta-fakta Prostitusi ABG di Tebet, dari Pelanggan hingga Mucikari Ternyata dari Kalangan Ini

Baca juga: Sosok Pedangdut yang Sekap & Paksa ABG 16 Tahun Berhubungan Badan Tiga Hari hingga Lemas di Kamar

Kendati begitu untuk 8 perempuan di bawah umur yang diperdagangkan, saat ini pihaknya sudah menyerahkan sebagian kepada orangtua masing-masing.

Lanjut Yusri, untuk 7 gadis ABG yang menjadi muncikari tersebut pihaknya telah menetapkan sebagai tersangka.

Namun karena masih di bawah umur, Yusri menyebut harus ada perlakuan khusus.

Ilustrasi - Sekelompok ABG putri digelandang ke mobil polisi setelah videonya persekusi dan menampar viral di Mapolresta Solo, Jumat (14/8/2020)
Ilustrasi - Sekelompok ABG putri digelandang ke mobil polisi setelah videonya persekusi dan menampar viral di Mapolresta Solo, Jumat (14/8/2020) (TribunSolo.com/Ryantono Puji)

"Sambil kami lihat seperti apa, ini masih dilakukan pendalaman. Iya (sudah tersangka)," tuturnya.

Akibat perbuatannya kepolisian menerapkan dasar hukum UU Perlindungan Anak dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Kitab-Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved