Rabu, 22 April 2026

Jembatan Batam Bintan Berstandar Jalan Tol, Wabup Bintan: Kalau Lancar, Kepri Semakin Maju

Wakil Bupati Bintan Roby Kurniawan yakin, ekonomi Kepri akan semakin meningkat dengan adanya Jembatan Batam Bintan

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Alfandi Simamora
Jembatan Batam Bintan Berstandar Jalan Tol, Wabup Bintan: Kalau Lancar, Kepri Semakin Maju. Foto suasana saat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas RI, Suharso Monoarfa menjelaskan progres pembangunan Jembatan Batam Bintan, Jumat (23/4/2021) 

BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Wakil Bupati Bintan, Roby Kurniawan yakin, ekonomi Kepri akan semakin meningkat, khususnya di kawasan Batam Bintan.

Itu dengan hadirnya Jembatan Batam Bintan yang masuk dalam proyek strategis nasional.

Roby Kurniawan ikut mendampingi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas RI, Suharso Monoarfa saat mengecek tapak Jembatan Batam Bintan yang berada di Bintan, Jumat (23/4/2021) lalu.

Tak sendirian, saat itu Gubernur Kepri Ansar Ahmad, dan sejumlah pihak terkait lainnya juga ikut serta.

"Kalau lancar, kawasan Kepri khususnya Batam Bintan tentunya akan semakin maju," kata Roby.

Baca juga: Update Jembatan Batam Bintan, Pembangunan Dibiayai Pemerintah dan Investor, Ini Porsinya

Ilustrasi Jembatan Batam Bintan
Ilustrasi Jembatan Batam Bintan (TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA)

Hal serupa disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Kepri optimistis pembangunan Jembatan Batam Bintan akan segera dibangun dan berdampak positif bagi ekonomi Kepri.

“Saya yakin dengan kunjungan pak Menteri ini dapat lebih mempercepat terbangunnya Jembatan Batam Bintan,” ujar Ansar.

Sementara itu dari data teknis pembangunan Jembatan Batam Bintan yang terpasang di lokasi acara, proyek ini diperkirakan menelan biaya Rp 13,12 triliun.

Dengan lebar jembatan 33 meter, spesifiknya standar jalan tol ditambah jalur kendaraan roda dua.

Jembatan khusus terdiri dari 2 jembatan, yakni Batam-Tanjung Sauh dan Tanjung Sauh-Bintan.

Porsi pembiayaannya, dari jembatan penghubung Batam-Tanjung Sauh dibiayai pemerintah. Sedangkan Tanjung Sauh–Bintan akan dibangun investor melalui proses lelang.

Panjang Jembatan Batam ke Tanjung Sauh sekitar 2.124 meter dan Tanjung Sauh ke Bintan 5.561 meter. Jadi total panjangnya sekitar 7.685 meter.

Sedangkan untuk sisi Darat/panjang jalan:

1.Pulau Batam 1,640 panjang (Km).

2.Pulau Tanjung Sauh 3,350 panjang (Km).

3.Pulau Bintan 2,074 panjang(Km).

Total:7,64 panjang(Km).

Sehingga total keseluruhan panjang jembatan dan jalan 14,749 Km.

Tinggal Finalisasi KPBU

Diberitakan, progres pembangunan Jembatan Batam Bintan semakin menampakkan kemajuan. Apalagi setelah Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa meninjau Landing Point Jembatan Batam Bintan di sisi Pulau Bintan.

Bersama Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Kepala Bappenas langsung menuju landing point di Pulau Bintan, setelah menunaikan shalat Jumat. Turut hadir pada peninjauan itu Wakil Bupati Bintan, Roby Kurniawan.

Seusai peninjauan, Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyarankan untuk memisahkan proses pembangunan kedua segmen Jembatan Batam Bintan. Hal ini agar proses pekerjaannya lebih terbuka dan lebih cepat selesai.

"Kalau saya inginnya bagaimana proyek ini dapat cepat dikerjakan. Minimal tepat waktu,” ujar Menteri Suharso di Bintan, Jumat (23/4/2021).

Diketahui, progam utama Menteri Suharso ke Kepri salah satunya meninjau Landing Point Jembatan Batam Bintan di Bintan.

Baca juga: Update Jembatan Batam Bintan, Pembangunan Dibiayai Pemerintah dan Investor, Ini Porsinya

Baca juga: BREAKING NEWS, Menteri PPN/Kepala Bappenas Cek Jembatan Batam Bintan

Kedatangan Menteri PPN itu disambut Gubernur Kepri Ansar Ahmad di VIP Bandara RHF Tanjungpinang. Menteri Suharso tampak didampingi Deputi Bidang Sarana Prasarana Josaphat Rizal Primana.

Sementara itu, pembangunan Jembatan Batam Bintan akan terdiri dari 2 segmen, yaitu segmen Pulau Batam - Pulau Tanjung Sauh sepanjang 2,124 km dengan vertical clearence 20 meter. Lalu segmen Pulau Tanjung Sauh - Pulau Buau - Pulau Bintan sepanjang 5,561 dengan vertical clearance 40 meter.

Mekanisme Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) merupakan kerja sama dalam hal penyediaan infrastruktur untuk kepentingan umum. Skema KPBU diperlukan mengingat adanya keterbatasan APBN dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur yang menyebabkan adanya selisih pendanaan (funding gap) yang harus dipenuhi.

"Tugas kita dari pemerintah mulai dari perencanaan dan pembiayaan melalui APBN sudah disiapkan. Sekarang tinggal penyelesaian proses KPBU dengan pihak investor,” kata Menteri Suharso.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menambahkan, dengan pembangunan Jembatan Batam Bintan ini akan turut mengembangkan wilayah-wilayah yang menjadi jalur pembangunannya. Contohnya Pulau Tanjung Sauh yang akan diusulkan menjadi Kawasan Ekonomi.

"Kedatangan Pak Kepala Bappenas ke Kepri memang ingin melihat kesiapan kita tentang rencana realisasi pembangunan Jembatan Batam Bintan," ujar Ansar.

Menurutnya, pembangunan Jembatan Batam Bintan diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp 13,12 triliun, yang sebagian besar bersumber dari APBN. Secara fisik Jembatan Batam Bintan mempunyai lebar 33 meter dan panjang 14,749 kilometer.

"Keberadaan Jembatan Batam Bintan ini sangat penting, tidak hanya menjadi salah satu ikon nasional, tetapi juga diharapkan akan memacu pertumbuhan ekonomi di Pulau Batam dan Pulau Bintan serta Kepri secara keseluruhan," tegas Ansar.

Pada Maret lalu, Ansar juga meninjau landing point Jembatan Batam Bintan di Pulau Batam. Saat itu, peninjauan dilakukan bersama Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

(tribunbatam.id/Alfandi Simamora/Endrakaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Kepri

Berita Tentang Bintan

Berita tentang Jembatan Batam Bintan

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved