Breaking News:

Kasus Corona di Tanjungpinang Meningkat, Wali Kota Sidak ke Kedai Kopi, Banyak Abai Prokes

Wali Kota Tanjungpinang Rahma sidak ke beberapa kedai kopi, cafe dan pujasera terkait penerapan protokol kesehatan. Masih banyak yang tak disiplin

TribunBatam.id/Noven Simanjuntak
Kasus Corona di Tanjungpinang Meningkat, Wali Kota Sidak ke Kedai Kopi, Banyak Abai Prokes. Foto Wali kota Tanjungpinang, Rahma 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Penambahan kasus Covid-19 di Tanjungpinang pada April 2021 semakin mengkhawatirkan.

Dari data perkembangan Covid-19 yang dirilis Dinas Kesehatan Tanjungpinang, setidaknya ada 7 orang meninggal dunia akibat terpapar virus corona.

Minimnya tingkat kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes) masih terlihat jelas, setelah razia yustisi tim gabungan lama tidak diberlakukan.

Mengantisipasi hal tersebut, Wali Kota Tanjungpinang Rahma melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa kedai kopi, kafe dan pujasera yang memiliki tingkat pengunjung lebih banyak pada Kamis (22/4/2021) malam.

Sidak ini terkait Surat Edaran (SE) nomor 331.1/479/6.2.03/2021 tentang Pengaturan Protokol Kesehatan pada Tempat Hiburan Rumah Makan atau Sejenisnya dan Masjid Selama Bulan Suci Ramadan 1442 H/2021 dan Masa Pandemi Corona Virus Desease 2019.

"Saya turun meninjau sejauh mana kedisiplinan para pelaku usaha terhadap Surat Edaran itu. Ternyata masih banyak ditemukan yang tidak patuh dan tidak disiplin"

"Kami lakukan teguran pertama untuk memberi peringatan, apabila terbukti kembali, maka akan dilakukan teguran kedua, dan jika masih melanggar maka dengan terpaksa akan ditutup," ungkap Rahma.

Surat Edaran tersebut berdasarkan Perwako tentang petunjuk pelaksanaan jam operasional tempat hiburan dan rumah makan atau sejenisnya pada bulan Ramadhan, juga Perwako No. 44 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukun protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Desease 2019.

Dalam SE tersebut disampaikan beberapa hal di antaranya, untuk menghormati bulan Ramadhan, diminta kepada seluruh pengusaha tempat hiburan seperti warnet, spa, bioskop untuk tutup 5 hari, yaitu 2 hari di awal, 1 hari pertengahan, dan 2 hari pada akhir Ramadhan.

Serta jam beroperasi mulai pukul 09.00-22.00 WIB. Usaha tempat hiburan karaoke, diskotik, kelab malam, pub, bar, panti pijat, tempat ketangkasan, bilyar dan sejenisnya ditutup selama bulan Ramadhan.

"Selama kasus Covid-19 masih tinggi, usaha rumah makan atau sejenisnya dibuka mulai pukul 09.00 sampai 22.00 WIB, juga imbauan bazar Ramadhan serta panitia masjid untuk menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya," jelas Rahma.

Halaman
1234
Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved