Senin, 20 April 2026

Kasus Covid-19 di India Makin Parah, AS dan China Siap Kirim Bantuan

Jumlah kasus Covid-19 harian di India mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya secara internasional untuk hari kedua berturut-turut.

Kompas.com
India melaporkan lebih dari 200.000 kasus virus corona baru, pada Kamis (15/4/2021), dengan 14 juta secara keseluruhan terinfeksi, dan semakin intensif membebani sistem perawatan kesehatan yang rapuh. (AP PHOTO/RAJESH KUMAR SINGH) 

TRIBUNBATAM.id, BEIJING - Kasus Covid-19 India kembali mengalami lonjakan serta diperburuk oleh kekurangan oksigen medis yang kritis. 

Jumlah kasus Covid-19 harian di India mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya secara internasional untuk hari kedua berturut-turut. Sekitar 332.730 kasus baru Covid-19 tercatat pada Jumat, (23/4/2021), bersama dengan 2.263 kematian. 

Sementara itu, pihak berwenang di seluruh negeri bergegas mengatasi kekurangan oksigen, yang digunakan untuk merawat pasien penderita reaksi parah terhadap penyakit yang memicu pandemi global itu. 

Krisis tersebut membuat China kembali menegaskan kesediaannya untuk memberikan dukungan kepada negara Asia Selatan itu.  

Sementara Amerika Serikat (AS) mengatakan, pihaknya juga sedang melakukan pembicaraan dengan Pemerintah New Delhi. 

"China menyampaikan simpati yang tulus kepada India atas situasi yang memburuk di negara itu baru-baru ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian dalam jumpa pers, melansir Newsweek pada Jumat (24/4/2021).  

"China siap memberikan dukungan dan bantuan sesuai kebutuhan India, dan sedang berkomunikasi dengan pihak India mengenai hal ini." 

Pemerintah China, kata dia, dengan tegas mendukung pemerintah India dan rakyatnya dalam memerangi virus corona. 

Terpisah, Sekretaris Pers Gedung Putih AS, Jen Psaki juga membahas masalah ini ketika ditanya oleh wartawan dalam konferensi pers reguler pada hari yang sama. 

"Amerika Serikat menyatakan simpati terdalam kami kepada rakyat India yang jelas-jelas menderita selama pandemi global ini," katanya, 

"Kami bekerja sama dengan pejabat India di tingkat politik dan pakar untuk mengidentifikasi cara membantu mengatasi krisis. "

Baca juga: Virus Corona Kembali Merebak di Singapura, 1,200 Pekerja Asing Dikarantina

Ditanya secara khusus tentang bantuan dalam mengatasi kekurangan oksigen di India, dia menolak menjelaskan secara rinci. Tetapi Psaki menekankan jumlah keseluruhan bantuan yang dikirim ke New Delhi oleh Washington.

"Kami jelas telah menyediakan berbagai pendanaan selama ini, itu adalah dana yang sangat besar, jumlah yang signifikan, kami mungkin salah satu kontributor terbesar di dunia untuk India dalam hal kebutuhan kesehatan mereka," tambahnya.

"Ini diberikan ke berbagai persediaan dan pelatihan, tetapi saya akan memeriksa apakah oksigen secara khusus merupakan bagian dari bagaimana kami dapat membantu pada saat ini." 

Psaki mengatakan AS telah menyediakan 4 miliar dollar AS (Rp 58 triliun) untuk inisiatif vaksin global Covax Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sebesar 1,4 miliar dollar AS (Rp 20,3 triliun) juga diberikan dalam bantuan kesehatan ke India untuk membantu mereka bersiap menghadapi pandemi di masa depan dan menangani masalah saat ini. Itu termasuk memberikan India persediaan bantuan darurat, hingga ventilator.

Dia juga menyoroti keanggotaan AS dan India dalam Quadrilateral Security Dialogue, dialog sekelompok negara yang juga termasuk Australia dan Jepang, dan mengatakan mereka berempat telah menjadikan kerja sama vaksin sebagai "prioritas besar". (*)

Simak berita terbaru lainnya di Google News

Berita tentang Covid-19 di India

Baca juga: Update April 24 : Adds 4,544, Covid-19 Cases in Indonesia Reach 1,636,792

Baca juga: Kontras dengan Hidupnya yang Kaya, Menu Sahur Inul Daratista Disorot, Dipuji Mayangsari

Baca juga: 8 Tips Membuat Kue Putri Salju Lumer di Mulut dan Tidak Mudah Hancur

Baca juga: Panglima TNI Sebut Kapal Nanggala-402 Tenggelam, Berikut daftar Nama-nama 53 Kru

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved